jump to navigation

MANTRA MELAYU September 2, 2009

Posted by copypasteilmuonline in Uncategorized.
trackback

Ada pula Mantera Melayu Asahan di Sumatera yang mempergunakan merica, berfungsi untuk pelet. Lado Putar, namanya.
Caranya: mengasapi merica dengan asap setanggi timur, merica selama diasapi diletakkan didalam uncang kecil berwarna kuning yg diikat benang 3 warna, kuning, hitam, putih. jumlah merica sebanyak 7 buah. selama diasapi dibacakan mantera berkali-kali.

Setelah diasapi keluarkan mantera dari dalam uncang, lalu letakkan di telapak tangan kiri. Plintir-plintir merica yang ada di telapak tangan kiri tadi dengan tangan kanan dan bacakan mantera. Sidia akan terus mimpi basah bersama anda selama sidia belum anda miliki Manteranya:

BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM. LADOKU LADO BATURAI, TETANCAP GELAGO DEK BONANG SAMBAU, KASIH ENGKAU TAUTAN HATI, TETANCAP RAGOKU DLM BONAK KOCIK ENGKAU. MARI SI…POLUK BIRAHIKU, MARI SI…BESEBADAN DEK AKU, TEKONANG ENGKAU SABAN HARI DEK AKU, ELOK RUPOKU SODAP HARUMKU DEK ENGKAU, TEPANCUT ENGKAU SABAN MALAM TEKONANGKAN AKU. MAKBUL DOA PENGAJAR GURUKU, MUSTAJAB KEPADO SI…. KABUL ALLAH, KABUL MUHAMMAD, KABUL BAGINDI RASULULLAH, BERKAT LAA ILA HAILLALLAH.

BULU PERINDU dlm pengobatan alternatif, digunakan untuk mengurut rawatan patah tulang atau yg sejenis; dgn merendam segenggam buluh perinduh dengan minyak kelapa hijau (info ini sy dapat dari seorg sahabat yg berprofesi sebagai tabib tulang di kota medan)

Memang kita acapkali rancu membedakan BULU PERINDU dengan BULUH PERINDU. Buluh dlm bahasa melayu berarti Bambu, sedangkan Perindu bermakna Membuat rindu, terminologi ini merupakan majasi untuk menyebut alat musik tiup berupa Seruling.

Seperti dlm kias bidal orang melayu,
alisnya bak semut beriring, rambutnya bak mayang terurai, pipinya bak pauh dilayang , kukunya bak kiliran taji, bibirnya bak delima merekah, hidungnya bak dasun tunggal , suaranya merdu bak buluh perinduh

1. Mantera Pengasihan Bulu Perindu:
“Biss…
Merindu si bulu perindu betandak dlm dulang
waktu cinta merindu disitu aku datang
bulu mendesak berahi sudah tetegak
rindu menyesak aku nan diagak

usah beleha hai engkau bulu perindu
aku dah kempuhunan becinta,
becinta kepada si…….

lesapkan isi hati si…..
lesapkan isi benak si…..
beganti isi hati si….. merinduku
beganti isi benak si….mengenangku

jangan engkau durhaka hai bulu perindu
kalau engkau durhaka
durkaka engkau akan Allah
durhaka engkau akan Muhammad
durhaka engkau akan baginda rasulullah
durhaka engkau akan aku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan si ……
berkat lailahaillallah”.

pakai bulu perindu sepasang, pilih jantan betina yg bejodoh di dalam mangkuk isi air, bacakan mantera 7kali di malam 13,14, 15 purnama, masukkan dlm uncang kecil seukuran bulu perindu.
sebelumnya uncang sdh di beri minyak seibu bunga yg jg dibacain mantera melayu diatas.

2.Mantera Pengasihan Bulu Perindu

BISMILLAHIRAMANIRAHIM……..
Bulu perindu bulu berendam,
Tanah selasih di lubuk batu,
Kus…..mangat[si pulan]
Tunduk dan kasih sayang kepadaku…[permohonan yang lain-lain lagi],
Berkat doa Laillaha illallah,muhammad Rasulullah.

disemburkan pada makanan atau minuman untuk di makan atau di minum si…

“Kedangsa Sitinggi Naik”.

“Limauku silimau manis
sait diatas talam
pekerjaanku semata manis
seperti asam dek garam
sebimbar dua mimbar
setentang dua tentang
siapa menentang siapa manis
siapa menentang siapa gila
elok tuah badanku
mersing seri mukaku
limpah rizki dek aku
tiada kemungkin tanggal
tiada kemungkin bekecai
kuuur semangat diaku

makbul doa pengajar guruku
mustajab akan aku
kabul Allah
Kabul muhammad
Kabul Baginda rasulullah
Berkat laailaha illallah
muhammadarosulullah”

Mantra diatas namanya “Kedangsa Sitinggi Naik”.
dilaksanakan pada 15 hari bulan purnama.
Bahannya:
7 buah limau kedangsa (dipetik langsung dari pohon)
Sirih temu urat
Pinang sundari melurus
gambir
kapur
air perigi di tengah ladang

MANTERA MANTERA PENDEK MELAYU YANG MASUK DALAM ILMU TUMBUK – PIDERAS & CUCA:

Biss…
“Ya dara bulah romuk ramanina.
Hu Allah”.
Dibaca sebelum meninju. Hembuskan pada kepalan tangan.

“Allah lah masuk ke Muhammad.
Muhammadlah masuk kepadaku.
Nur ada Muhammad berdiri.
Illallah hu”
untuk tumbuk.

“Menyia Muhammad Allah lalu”.
Tinju dikepalkan, kemudian bacakan mantera pideras diatas, lalu hembuskan.

“Diam Muhammad. Allah lalu”.
Cuca ini digunakan sebelum menampar

JEMPUN SEMANGAT

Biss…
Wali wadhi betungkat Batang geledek
Waktu setan menggamit si…. Disitu juga semangat si….pulang.
Jangan engkau lalai di tengah rimba
Jangan engkau lalai di pinggir sungai
Jangan engkau lalai di tepi pantai
Jangan engkau lalai di tengah balai
Jangan engkau lalai di tengah laman
Jangan engkau lalai di tengah rumah
Pulanglah engkau ke tempat engkau sendiri
Di anjung yang tinggi
Dibalai yang besar.

Bahan Semburan:
Merica, Kencur selayang, Pinang melurus.
jadi, Melayu adalah: “Beragama Islam, beradat resam Melayu dan Berbahasa melayu”.

Karena ikatan Islam itulah, Orang melayu yang masih berpegang pada konsep tradisi namun akan takut jika tidak disebut Islam.

Kata “Laailaha Illallah Muhammadarosulullah” sebagai gerbang keislaman, selalu dipakai Orang Melayu dalam berbagai amalan, karena melayu percaya bahwa semua amalan akan tidak tertolak dalam pemahaman Islam jika mengucap Laailaha Illallah Muhammadarosulullah.

TAWAR BISA

Biss…
Aku tahu asal mulamu
Bisa darah haid Siti Hawa
Surga akan tempatmu
Cabut bisamu
Naikkan bisa tawarku
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada aku
Menawari bisa …(lipan/ular/kala)…
Di kulit jangan si…
Tawar Allah
Tawar Muhammad
Tawar Baginda Rasulullah
Berkat laa ilahaillallah

MENENGOKKAN

Astaghfirullahal’azim 3x
Gamit si gelamit sangkut di gulang-gulang
Betulkah si….
Disitulah semangat si… pulang
Satu telentang satu telungkup
Jangan engkau berdusta hai kunyit
Jikalau engkau berdusta
Durhaka engkau kepada Allah
Durhaka engkau kepada Muhammad
Durhaka engkau kepada Aku
Berkat Laa ilaha illallah.

KETEGORAN

Astaghfirullahal’azim 3x
Gamit si gelamit sangkut di gulang-gulang
Waktu setan menggamit disitu juga semangat si…pulang
Jangan engkau berdusta hai kunyit
Durhaka engkau kepada Allah
Durhaka engkau kepada Nabi
Durhaka engkau kepada aku
Asal engkau dari tanah
Kembali engkau kepada tanah
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada si….
Berkat laa ilahaillallah

Tawarnya:
Betanak disesak
Betungkat batang jerami
Setan menyesak
Aku menawari
Kabul doa pengajar guruku
Mustajab kepada si…
Kabul Allah
Kabul Muhammad
Kabul Baginda Rasulullah
Berkat laailaha illallah.

BESI KURSANI
Di Masyarakat Melayu, ada Ilmu Besi Kursani.Ilmu Besi Kursani ini biasanya diperuntukkan untuk keselamatan alamiah dari Sang Empunya Maha, untuk mengaktifkan daya kebal tubuh, untuk membungkam musuh, untuk pemagaran benda berharga dari kejahatan atau pencurian, untuk meningkatkan daya pukulan, untuk meradar bahaya dan racun-bisa-ipoh dalam tempat dan makanan, dan untuk menembus kekebalan orang lain.

Ada beberapa versi mantera besi kursani dikalangan keilmuan melayu menurut tingkat muasalnya. Disini saya sajikan 3 mantera bagi anda untuk dijadikan penelaahan.

“Bosi Pasak, Bosi Kursani
Togak toguh selero dalam badanku
Berokat Laailahaillallah
huallah”.

“Hai Bosi Putih Bosi Kursani
Bosi Palilit di pinggangku
Kuat aku baki Saidina Ali
Gagah aku bak Saidina Hamzah
Alhamdu, Alhamdu, Alhamdu
Usah dikau makan hati yang putih
Engkau makan darah dek daging
Jikalau engkau makan hati yang putih
Durhako engkau kepada Allah,
Hai Kaddam Kuddim
Keluarlah engkau daripado tompat yang jahat
Ke tujuh petalo langit dan ke tujuh petalo bumi
Keluarlah engkau daripado tompatnyo
Berokat doa Lailaha Illallah Muhammad rasulullah”

Serta sebuah lagi mantera melayu tentang besi kursani yaitu:

“Terdirilah bosi kursani
Didalam batang tubuhku,
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Yahun kanda dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Fillah amri saina nan bangkit
Dek aku mengetahui
Laahaula wa laa quataillabillahi ‘aliyul ‘adzim,
Sandalmanzud Rasulullahi salallahu alaihi wassalam
Qullahu ‘adzim. Alfatihah”.

ILMU KULULLAH ANAK PANAH

Biss…
Hai Kullullah anak panahku
Kupanahkan ke bumi, bumi hancur luluh
Kupanahkan ke Air, Air hancur luluh
Kupanahkan ke Api, Api hancur luluh
Kupanahkan ke Langit, langit hancur luluh
Apa lagi Kupanahkan si….., si…..pun hancur luluh
Berkat lailahaillallah”.

Cara: Lihat bulan pada air di dlm timba. dan bacakan mantera ini. lalu, bayang-bayang yang ada pada timba, anggap bayang-bayang si….. . Dengan perasaan & makrifat, telan bayang-bayang tadi.

Digunakan untuk sejenis santet.

“Haum
Kata di aku
Haum
Kata di kau
Hai jumbalang manyuruk tanpo kapalo
Bakobat kaki dek giring-giring
Losap nyawo kalo tak gilo
Dondam tepondam bak ilang goring

Makbul doa bak doa losap nyawo
Usah di kau durhako
Jikalau di kau durkako
Tak kubagi jamu tuah
Jikalau di kau durhako
Kono rajam di kau dek datuk itam
Gilo sasaukan si….
Cabut nyawo si…..
Tuah badan si…. ka di kau

Kuuur semangat di aku
Kuur semangat di kau
Kuuur semangat mambang di tasik tali arus pauh si jonggi”.

Mantera diatas berasal dari Melayu pesisir timur Sumut.
Digunakan untuk sejenis santet.

Digunakan bahan:
Juadah 44 macam
Miniatur sampan lancang
Upih
Benang penangguhan
Limau purut
Jarum
kemenyan

MANTERA MELAYU UNTUK PEMUTIH GIGI.

“Sirihku siranting kuning, kumakan dirumpung tolang, cahaya gigiku seperti emas yang kuning. Cahayo mukoku seperti matahari colang cemerlang, tidak dapat ditontang nyato. Cahayo gigiku roguh nasi moncorhong dayang dayad.”

Mantra di atas digunakan untuk memutihkan gigi dan menguatkannya.

“Assalamualaikum aku kirim salam pada jin tanah aku tahu asalmu keluar dari air ketuban, bukan aku melepas bala mustaka, sangkakah, sangkipad melepas bala mustaka. Bukan aku melepas bala mustaka, jin baru melepas bala mustaka. Jin yang tua melepas bala mustaka.”
Mantra di atas untuk persembahan jamu laut.

Lukah Menari
“Tahasih…tahasih mak sibanding siatlukah jumpa bamban si kutarih. Kalau nak tengok lukah menari, nak tengok kaya Allah. Keceti kambing keceti ketasik kegumba jangan. Ingat…ingat… dalam hati kataku tadi lupa jangan. Ingat – ingat dalam hati kataku tadi lupa jangan. Kekebon kita kekebon jangan dibeli mangkuk kerang berhimpun kita ke balai datuk mak sibanding gila sorang. Hilir lugoh mudik lugoh jumpa bembam betali – tali, bukan mudah pekara mudah ada lukah pandai menari.”

Mantra di atas dipergunakan agar lukah atau bubu bisa mencari sendiri sambil dibisikkan pada lukah : usah kau bogi malu bangkitlah menari. Mantra di atas diawali dengan Bismillah dan diakhiri berkat Laaailahaillallah. Jika pembaca mencoba mantera ini pada lukah, jangan terkejut jika luka itu menari sendiri. Jika lukah diikat dengan pena ia akan mampu menulis sendiri apa saja yang kita pertanyakan.


Memindahkan Penunggu Kayu
“Assalamualaikum, walaikumsalam al habib gulkarim, aku tau asal mulamu jadi tatkala loh pun belum, kalam pun belum. Kala laut pupak pupakan gunung lumpat kijangan. Tatkala rumput ngarum – ngarum, hujan merenyai renyaian tunggulah kunun ahoi si buah telor kulit bernama alah intan ahoi kayu selemak kening menanam kayu sialang ahoi oi akar menama kancing bumi banir manaham galah bejuang kulit mename Allah intan ahoi si mali nidai jalan mename ampailah tuan li puulr mename dian sebatang cabang mename alah payung lerang buah mename alah intan ahoi. Silayang – layang ranting mename payung Fatimah”
Mantra di atas dijadikan lagu untuk memuja kayu. Oleh pawang untuk menebang kayu yangn diyakini punya penunggu.

Wajah Berseri
“Bismillahirrahmanirrahim, hai embun mustika embun, embun bernama Jalalullah, aku memakai mustika embun, aku anak aminullah.”
Mantra mustika embun ini dinaikkan kira – kira pukul 5.30 pagi. Ambil embun dengan kedua telapak tangan, lalu bacakan mantra di atas dan sapukanlah ke wajah searah jarum jam. Mantra mustika embun ini bermanfaat untuk menaikkan seri muka.

Pemanis
“Hai simanggur bulan dan bintang. Matahari terbit di ubun – ubunku, bulan purnama di mukaku, bintang tujuh di keningku, bintang penabur di dadaku. Hai Allah tiada penabur di dadaku. Hai Allah tiada aku kelindihan duduk mak inang canang yang banyak berkat aku memakai si awang yang lebih. Jika aku duduk aku juga yang lebih, jika berdiri aku juga yang lebih. Jika aku berjalan aku juga yang lebih. Dilebihkan Allah, dilebihkan Muhammad, diebihkan baginda Rasullah berkat Lailahaillallah.

Mantra di atas adalah salah satu dari mantra si awang yang lebih yang bermanfaat untuk pemanis. Dinaikkan pada subuh dengan mengambil air liur dengan ibu jari kanan setelah dimantrai sapukan pada wajah, tangan dan dada.

Pelet
“Hai nisan menggarang, nallah mengangkangkan Sariah namanya, engkau yang kata Tuhan mari engkau kemari aku tahu asalmu mula jadi, wadi, muni, mani, maknikam, mari engkau kemari ini tempatnya engkau berkat Lailahaillallah Muhammadarrasulullah.”
Mantra di atas disebut mantra pelepas digunakan untuk memelet seseroang. Caranya adalah tentanglah biji mata seseorang yang akan dipelet sambil membaca mantra pelepas di atas satu nafas kemudian tariklah ke dalam jantung. Anda bisa membuktikan sendiri seseorang itu dengan tiba – tiba akan cinta kepada anda.
Bismillahirahmanirahim,tegak aku seperti alif,melangkah aku seperti Lam jalalah,
Nur Alloh payungi aku,Tiada rusak aku,tiada binasa aku,tiada hancur aku,
sebelum rusak Alif itu,berkat kalimah Laa ilaha Illallah Muhammad Rasululloh

MANTERA TUAH DIRI

“Bismi alif, ba, ta, tsa, jim, ha, kho, dal, dzal, ro, zay,
sin, syim, shod, dhod, tho, zho, ain, ghoin, fa, kof,
kaf, lam, mim, nun, wau, Ha, lam alif, hamzah, ya.
Kutegakkan dalam batang tubuhku.
Kaf, lam, nun, Ha, lam alif, hamzah, memenuhi segala batang diri akan cahaya.
Alif, ba, ta, dzal, zho, mim, ya, seri muka tuah untungku.
Tsa, jim, ro, zai, sin, syin, tho, lapang hidup jauh bala.
ha, kha, dal, apa dipegang apa elok, apa diberi naik tuah.
Shod, dhod, ain, ghoin, fa, kof, wau, langkah kanan silangkah tujuh.
Apa di ulu apa begagan.
Apa di dada apa beturai
Apa di jejak apa bebuah.
Ulu tuah, dada tuah, jejakpun tuah.
Berkat aku memakai si tuah badan, tuah kulit, tuah daging, tuah tulang hingga kedalam.
Tuah dipandang, tuah didengar, tuah terucap, tuah disir.
Makbul doa pengajar guruku. Nur cahaya akan diriku.
Laailaha illallah. hu”

Guna:
untuk mendatangkan eneri positif pada diri, hilang kesialan dll.

digunakan dengan bahan dan olah gerak tertentu

Mantera Siindung Embun

“Bismillahirrahmanirrahim
Hai embut bemula asal
terangkat engkau akan nur
tetabur engkau akan nur
naikkan seri mukaku
naikkan tuah badanku
berkat doa si indung embun
kasih diorang selingkup alam
kabul doa pengajar guruku
mustajab akan aku
berkat laailaha illallah”.

Guna:
Agar wajah tampak tetap berseri

cara:
Diambil embun dirumput saat subuh

Merupakan Mantera Pelet


“Hai Om Pali
Hei Hantu Tanah
Jembalang Bumi
Kau pergi mengambil semangat ruh si….
Bawa gila kepada aku
Menyala seperti api
Seperti nasi mendidih
Jika engkau tidak membawanya gila ke aku
Seperti api yang menyala
Nasi yang mendidih
Kuserapah engkau
Durhaka engkau kepada Allah
Bukan dengan kuasa aku, dengan kuasa Allah”
Mantera Berbagih:

“Assalamualaikum Hai Berna Kuning
Aku Tahu Akan asalmu
Mu tumbuh dibukit siguntang mahameru
Berdaun perak, berbatang suasa berbuah emas
Aku nak mintak jadi anak panah sri rama
Anak panah arjuna, Wong inu kertapati
Aku nak mintamu jadi anak tebuan tunggal ekor
Mula menghambat sekalian jin, setan dan iblis
Mambang peri sang raya dan kampung sang raya
Bayang bayang dewa di tali angin
Ku kerja seperti anak panah Dewa sang raya yang tuinggal
Menghambat sekalioan iblis setan
Disumpah malaikat menjadi raja
Memelihara alam empat yang empunya
pada hari ini ketika itu
Kuasa Allah Lailahailallah”

Bahan:
Padi
Beras Kuning (beras yang sudah direndam kunyit)

dimanterai.

Beras Kunyit disapukan ke tubuh orang yang kena penyakit aneh, padi di tabur ke ruangan.

MANTERA TUAH DIRI

“Bismi alif, ba, ta, tsa, jim, ha, kho, dal, dzal, ro, zay,
sin, syim, shod, dhod, tho, zho, ain, ghoin, fa, kof,
kaf, lam, mim, nun, wau, Ha, lam alif, hamzah, ya.
Kutegakkan dalam batang tubuhku.

Kaf, lam, nun, Ha, lam alif, hamzah, memenuhi segala batang diri akan cahaya.
(dimandikan dgn air limau dari ubun2)

kaf = kulit
lam = daging
nun = nur/cahaya
HA” = sungsum tulam
lam alif = manusia utuh
hamzah = memenuhi segala

Alif, ba, ta, dzal, zho, mim, ya, seri muka tuah untungku.
(diambil minyak dari pangkal hidung lalu diusapkan keseluruh wajah dan kepala dgn iisyarat air)

alif = hidung
ba = mata
ta = tempat mata
dzal = kepala dan rambut
zho = gigi
mim = otak
ya = mulut

Tsa, jim, ro, zai, sin, syin, tho, lapang hidup jauh bala.

tsa = bahu kanan
jim = bahu kiri
ro = rusuk kanan
zai = rusuk kiri
sin = dada kanan
syin = dada kiri
tho = hati

ha, kha, dal, apa dipegang apa elok, apa diberi naik tuah.

ha = tangan kanan
kha = tangan kiri
dal = telapak tangan kanan dan kiri

Shod, dhod, ain, ghoin, fa, kof, wau, langkah kanan silangkah tujuh.

shod = pantat kanan
dhod = pantat kiri
ain = paha kanan
ghoin = paha kiri
fa” = betis kanan
kof = betis kiri
wau = telapak kaki kanan dan kiri

Apa di ulu apa begagan.
Apa di dada apa beturai
Apa di jejak apa bebuah.
Ulu tuah, dada tuah, jejakpun tuah.
Berkat aku memakai si tuah badan, tuah kulit, tuah daging, tuah tulang hingga kedalam.
Tuah dipandang, tuah didengar, tuah terucap, tuah disir.
Makbul doa pengajar guruku. Nur cahaya akan diriku.
Laailaha illallah. hu”

konsep melayu ini, tentu ada ragam pendapat dari kata guru hingga pengalaman pribadi.

letak-letak yang didapatkan Bung si kelana, mendekati pemahaman dengan yg saya ketahui.

lafal huruf pd mantera tersebut, sesungguhnya berurutan pada tempat yang berdekatan.

Di budaya puak melayu, mantera tuah diri ini menggunalkan bahan:
Limau/jeruk Purut satu pasang
Bunga setaman tujuh jenis
Minyak wangi
limau/limau kuku harimau (untuk lelaki saja)
limau/jeruk pagar
air tujuh sumber


MANTRA Melayu Minangkabau

“Bismillahir Rahmanir Rahim
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad. /ayat Kursi/, Bilo Si…togak, takonang diambo, Bilo Si…takolok, kamimpi diambo. Indak rajan indak kan suko ka urang lain. Hati si… takobek ka hati ambo. Ka disotonyo nan ambo tuju. Indak obeh kaurang bakuliliang.Gilo sasau si….bilo indak manuruik diambo. Laailaha illallah”

Mahabbah diatas manggunakan bahan, yaitu
Pohon Dukuang Anak & akarnya,
Daun Aur,
Burung yang biasa terbang liar.

Burung liar diikat dgn bahan-bahan nan diatas, lalu dibari makan 5 butir padi tahunan yang sudah dibacakan Ashallahu an yakuffa ba’shalladzina kafaruw, Wallahu ashaddu ba’shan wa ashaddu tankila, saat mambaca Al-Baqarah: 255 ulang-ulang sebanyak 21 (dua puluh satu) kali, selama 7 hari, ketika terbit fajar, manghadap ke kiblat, sebelum berbicara dengan orang lain. Lapaskan burung liar td pada waktu Dhuha.

SUMBER  HTTP://WWW.KASKUS.US/ BY SUHU OM TATOK/ID 187196

JEMPUN SEMANGATBiss…
Wali wadhi betungkat Batang geledek
Waktu setan menggamit si…. Disitu juga semangat si….pulang.
Jangan engkau lalai di tengah rimba
Jangan engkau lalai di pinggir sungai
Jangan engkau lalai di tepi pantai
Jangan engkau lalai di tengah balai
Jangan engkau lalai di tengah laman
Jangan engkau lalai di tengah rumah
Pulanglah engkau ke tempat engkau sendiri
Di anjung yang tinggi
Dibalai yang besar.

Bahan Semburan:
Merica, Kencur selayang, Pinang melurus.

suhu_omtatok is offline

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: