jump to navigation

ILMU MALIH RUPA September 6, 2009

Posted by copypasteilmuonline in Uncategorized.
trackback

Kekuatan ilmu ini mampu mengelabui pandangan musuh. Cara menguasainya…?
Suatu ketika, di pinggiran hutan yang lebat, tatkala Kanjeng Sunan Kalijaga tengah melakukan perjalanan syiar Islam, ia dicegat oleh segerombolan perampok yang sudah terkenal kekejamannya. Dengan polos wali yang juga dikenal sebagai Syech Malaya ini mengatakan bahwa dirinya tak memiliki harta yang layak. Tetapi apa lacur, pemimpin perampok itu tak mempercayainya. Bahkan dengan garang ia memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah.
Mendapat perlakuan yang tidak senonoh, Sunan Kalijaga hanya tersenyum. Ia bertekad untuk memberi pelajaran kepada para perampok itu agar kembali ke jalan yang benar. Manakala mereka mulai mendekat, dengan tenang Kanjeng Sunan Kalijaga mengibaskan kain panjang yang tersampir di pundaknya. Dan apa yang terjadi, tenaga kibasan itu ternyata mampu membuat para perampok porak-poranda.
Melihat kejadian itu, Ki Jaghana, sang pemimpin perampok menjadi berang. Ia langsung memasang kuda-kuda dan bersiap-siap menyerang Kanjeng Sunan Kalijaga dengan pedangnya. Dengan gerakan yang garang, ia mulai mendekati sasarannya. Sekali ini, Sunan Kalijaga merapalkan ilmu Malih Rupa. Begitu usai, mendadak tubuh Kanjeng Sunan Kalijaga telah berada tak jauh dari Ki Jaghana.
Ki Jaghana semakin bernafsu. Dengan teriakan keras ia langsung menyabetkan pedangnya ke tubuh Sunan Kalijaga. Aneh, Kanjeng Sunan Kalijaga tak menghindar. Ia membiarkan pedang yang demikian tajam itu menghantam tubuhnya.
Melihat kejadian itu, sudah barang tentu membuat para pengikut Ki Jaghana menjadi berang. Dengan ganas salah seorang anak buah Ki Jaghana melabrak. Begitu ia akan melompat, sebuah tangan yang halus telah menahan gerakannya. Tangan Kanjeng Sunan Kalijaga. Belum sempat ia membuka mulut, dengan penuh wibawa Kanjeng Sunan Kalijaga berkata, “Jangan panik, yang diserang hanyalah pohon asam. Bukan aku!”
Ketika anak buah Ki Jagahana ini akan bertanya lebih jauh, terdengar suara lembut Kanjeng Sunan Kalijaga menambahkan, “Jika ingin tahu, pejamkanlah matamu. Lihatlah dengan mata batinmu. Maka engkau akan tahu apa yang terjadi.”
Beberapa anak buah Ki Jaghana pun melakukan apa yang disarankan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga. Dan apa yang terjadi, mereka melihat, dengan membabi buta Ki Jaghana yang merasa membabatkan pedangnya ke tubuh Sunan Kalijaga itu ternyata hanya menetakkan pedangnya ke batang pohon asam. Karena tubuh yang ditebas tak juga roboh, akhirnya Ki Jaghana kehabisan tenaga. Dan ia menjadi terkejut bercampur malu, tatkala Kanjeng Sunan Kalijaga mulai mencabut ilmunya, ternyata ia hanya menetak sebatang pohon asam. Akhirnya, Ki Jaghana menyerah dan menyatakan taubat serta memeluk agama Islam yang disebarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga.
Itulah kisah kehebatan Ilmu Malih Rupa. Ilmu-ilmu yang pernah dimiliki oleh para wali atau para linuwih pada zamannya itu ternyata tak lekang dimakan zaman. Buktinya, walau dengan diam-diam banyak orang yang masih mempelajarinya.
Agar para pembaca tidak penasaran, di bawah ini saya sertakan mantra Ilmu Malih Rupa yang sangat dahsyat itu:
Sang mulyo langgeng,
Urip Dzat sampurno aku,
Hu Allah….” (Baca 3 kali).

Sedangkan persyaratan atau tata cara untuk mendalami ilmu ini adalah sebagai berikut:
- Mandi keramas pada tengah hari.
– Melakukan sholat hajat khusus (dengan permohonan agar bisa menguasai Ilmu Malih Rupa).
– Puasa ngebleng selama 3 hari 3 malam, yang tiap malamnya mantra tersebut tadi harus dibaca sebanyak 99 kali. Bila puasa ini sudah dijalani maka tiap hari mantra ini cukup dibaca 3 kali saja.
Demikian kajian ilmu Malih Rupa yang merupakan warisan Kanjeng Sunan Kalijaga atau Syech Malaya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan para pembaca tentang keampuhan ilmu kadigjayaan peninggalan para leluhur.

Sumber: http://peperonity.com

________________________________________

DIBAWAH INI DARI BUKU BESAR KASKUS

http://www.kaskus.us

amalan Terawangan dari @Shinugami

MEMBEBASKAN MANUSIA DARI RUANG DAN WAKTU

Ilmu trawangan ini adalah ilmu teropong atau sorog yang berfungsi untuk melihat alam gaib atau alam halus. Bahkan pada tingkatan yang tinggi bisa untuk melihat alam nyata yang tidak terjangkau oleh pandangan mata kita. Misalnya si A adalah seorang ahli trawangan tinggal di Surabaya dan dari kota tersebut ia bisa melihat saudaranya yang jauh dari kota itu. Bahkan si A bisa membaca surat yang masih tertutup rapat dalam amplop. Orang yang menguasai ilmu ini seakan-akan memiliki ‘mata ketiga’ atau indera ke-enam.

Syarat utama mengamalkan ilmu trawangan adalah berpuasa. Sebagai pembuka puasa di sini tidak hanya sekadar tidak makan dan tidak minum, tetapi berpuasa dari nafsu lahir batin. Lahirnya tidak makan, tidak minum dan tidak bersetubuh, bhatinnya mengekang segala sesuatu yang jelek. Bertindak sabar dan penuh rasa welas asih terhadap sesamanya.

Puasa ilmu terawang ini ada tiga tingkat, yaitu: Tingkat kesatu : puasa 3 hari (puasa dimulai dari hari Selasa Kliwon); Tingkat kedua: puasa 7 hari (puasa dimulai dari hari Selasa Kliwon); dan Tingkat ketiga: puasa 40 hari (puasa dimulai hari Sabtu Kliwon).

Pada puasa tingkat kesatu biasanya Anda sudah bisa menguasai ilmu terawang. Anda sudah bisa melihat alam ghaib dengan jelas. Sekalipun Anda sudah mampu memiliki ilmu terawang, sebaiknya di bulan-bulan berikutnya Anda mencoba berpuasa lagi ke tingkat kedua dan ketiga, sebab bila sudah tingkat tiga, ilmu trawang Anda akan benar-benar sempurna.

Seseorang yang sudah sempurna ilmu terawangnya tidak akan mudah terkecoh oleh tipuan mahluk-mahluk alam halus. Perlu diketahui, bangsa jin tingkat rendah suka mengganggu terawang kita. Misalnya Anda ingin menjumpai rohnya Sultan Agung. Karena tingkat trawangan Anda masih rendah, datanglah jin jahat menjelma menjadi Sultan Agung. Wajah, penampilan dan suaranya dibuat mirip Sultan Agung. Nah, dengan begitu anda terkecoh! Padahal, Anda terlanjur yakin bahwa yang datang dan Anda lihat itu benar-benar Sultan Agung.

Penipuan seperti ini akan lebih celaka lagi bila Anda dimintai tolong orang yang kecurian barang. Misal, Anda disuruh melihat pencurinya. Kemudian Anda melihat dengan ilmu trawangan, ternyata yang hadir adalah roh jahat yang menjelma seseorang yang bukan pencurinya. Roh tersebut asal comot saja pada orang yang dipermainkannya. Padahal Anda sudah yakin dengan trawangan Anda. Nah, dengan begitu Anda berarti memfitnah orang.

Lain lagi bila ilmu trawanga Anda sudah tinggi. Anda akan tahu bahwa Anda dikelabui roh jahat. Tetapi biasanya roh jahat tidak berani mengganggu orang berilmu tinggi. Mantra ilmu trawangan sebagai berikut:

“Allaahumma antas salam, qodia haajatii, ghoib busisir maasyaa’allaah. Alimul ghoibi was syahadatil khobiirul muta’al. Alaa’alamu man kholaq, wa hual lathiiful khobiir.”

SYARAT  DAN  LAKUNYA

Selama berpuasa sehabis sholat fardhu dibaca 13 kali, kemudian diteruskan membaca “Yaa Khobiir” sebanyak 812 kali. Dan selama berpuasa melakukan sholat hajat di tengah malam. Selesai sholat hajat membaca istigfar 1000 kali, lalu membaca sholawat 100 kali dan baca amalan tersebut di atas (mantra ilmu trawangan) 13 kali serta “Yaa Khobiir” 812 kali.

Selesai puasa, pada malam harinya (tengah malam) dicoba di tempat yang gelap dan sunyi, seperti di ‘punden’ (tempat pedanyangan) atau tempat yang dianggap angker. Bisa juga untuk dicoba melihat isi pusaka (keris, batu akik, besi kuning dan sebagainya). Untuk mencobanya, duduklah bersila dengan santai menghadap ke obyek.

Bila anda takut, boleh membawa teman satu atau dua orang. Tetapi teman Anda jangan boleh mengganggu konsentrasi Anda. Gunakan pernafasan yang halus dan tertur. Baca dulu dalam hati amalan trawangan sebanyak 13 kali, lalu baca “Yaa Khobiir” sebanyak 812 kali. Setelah itu sedot nafas dalam-dalam dan tahan kuat-kuat disertai dengan memejamkan mata rapat-rapat. Dalam hati memohon pertolongan Allah.

Konsentrasi: pusatkan ke titik pangkal hidung (antara dua mata). Nikmati gelap itu, bila ada titik cahaya, padanglah terus titik cahaya itu dengan mata batin. Cahaya itu lama kelamaan akan membesar. Biasanya warnanya sejuk putih kebiru-biruan seperti sinar lampu neon. Nah, setelah memandang cahaya gaib itu terus menerus, dalam waktu cepat Anda akan melihat alam halus dan makhluk-makhluk halus di sekitar Anda. Mata fisik terus terpejam.

Gunakan mata batin untuk melihat alam gaib tersebut. Setelah Anda berhasil, napas yang tadi ditahan segera dilepaskan pelan-pelan dan mulailah bernapas biasa.

PANTANGAN

Beberapa pantangan ilmu terawangan adalah: tidak boleh minum minuman beralkohol, apabila sampai mabuk; jangan sekali-kali sengaja menerawang bagian-bagian vital (alat kelamin) lawan jenis Anda; dan, Jangan sekali-kali menerawang dengan sengaja orang bersenggama, atau menerawang lawan jenis yang sedang mandi.

Bila Anda melanggar pantangan ini, maka selain Anda akan berdosa dan dikutuk oleh ro-roh luhur, ilmu trawangan Anda akan berkurang atau lenyap sama sekali. Terkecuali Anda tidak sengaja menerawang hal itu, untuk hal yang demikian cepat-cepatlah Anda menyebut istigfar 3 kali dan cepat-cepatlah menjauh dari pandangan itu.

_________________________________

Terawangan dari @Lendl

Cara menerawang tanpa puasa2 , cukup dengan latihan–>dengan cara atau metoda di bawah ini, kita dapat melihat alam gaib/menerawang dengan mata terbuka(kalo mata bathin-dengan mata tertutup):

Mahkluk gaib atau alam gaib mempunyai getaran dan energi kosmis

yang berbeda,dengan melatih mata untuk membedakan warna kosmis

itu maka akan dapat melihat alam dan mahluk gaib .

Cara latihan :

cobalah membeli kertas berwarna untuk mainan anak anak, kemudian buatlah berbagai bentuk (seperti ketrampilan pada anak Taman Kanak2)-

bentuk segitiga,kotak,bujur sangkar, dan bentuk2 yang lain; tiap warna

bentuk berbeda, lalu pasangkan warna merah dan lihatlah/pandangi

terus tiap malam —> sampai suatu saat warna merah itu berpendar..

jika sudah bisa melihat sampai berpendar; ganti dengan warna lain ,dst…

Jika sudah bisa melihat pendaran warna—> anda boleh dikatakan

sudah siap untuk melihat alam gaib …

caranya :

1. cari tempat yang “angker”

2. lalu lihatnya dengan mata nanar (seperti orang agak pusing)

niatkan “terbukalah syaraf mata kosmisku menembus alam gaib”

3. nanti akan terlihat ! yang paling mudah adalah melihat mahluk

gaib; biasanya wujudnya pertama2 seperti bayangan putih tembus

pandang !ini bukan khayalan ;tetapi memang karena mata

anda telah dapat menembus getaran kosmis mahkluk tersebut!!

cara ini relatif lebih mudah dilakukan tetapi punya kelemahan dalam

kecepatan melihat karena mengandalkan kekuatan fisik mata dan

disarankan orang yang mau melakukan metoda ini tidak sakit buta warna.

semoga bermanfaat dan selamat mencoba

Mantra Pendek Budhis dr @ Havana

1.CINTAMANI CAKRAVARTIN DHARANI

Sumber: Cintamani-cakra Sutra

NAMO BUDDHAYA. NAMO DHARMAYA. NAMO SANGHAYA. NAMO ARYAVALOKITESVARA BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA MAHAKARUNIKAYA. TADYATHA: OM CAKRAVARTI CINTAMANI MAHAPADMA DURU DURU TISTHA. SRA-AKARE-SAYE HUM. PHAT. SVAHA. OM PADMA CINTAMANI SRA HUM. VARTA PADME HUM.

Umat yang dengan hati tulus tekun mambaca Dharani ini, pasti dapat memperoleh segala sesuatu yang menjadi harapannya. Demikian pula, saat menjelang ajalnya, ia akan melihat Buddha Amitabha dan para Bodhisattva Pengiring datang menyambut dirinya.

2.JVALA MAHA UGRA DHARANI

Sumber: Santika-sriya Sutra

NAMO SAMANTHA BUDDHANAM. APRATIHATASASANAM. TADYATHA: OM KHA KHA KHAHI KHAHI HUM. JVALA JVALA. PARAJVALA PARAJVALA. TISTHA TISTHA. SITTIR SITTIR. SA PHAT. SA PHAT. SANTIKA. SRIYE. SVAHA.

Dharani ini mampu melenyapkan berbagai malapetaka yang akan menimpa diri umat yang membacanya. Umat dapat membaca Dharani ini sebanyak 108 (seratus delapan) kali dengan penuh semangat di hadapan altar rumah vihara.

3.GUNARATNASILA DHARANI

Sumber: Yuen-Yin-Wang-Sheng Ci.

NAMO BUDDHAYA. NAMO DHARMAYA. NAMO SANGHAYA. OM SIDDHI HALULU SATRU JELIPA KRIBHA SIDDHARE PURURE. SVAHA.

Umat yang pernah berbuat jahat, lalu ia menyesal, bertobat dan tekun membaca Dharani ini sampai di akhir penghidupannya, ia tidak akan jatuh ke dalam neraka Avici. Ia akan terlahir di alam bahagia.

4.MAHACUNDI DHARANI

Sumber: Cundi-dharani Sutra

NAMO SAPTANAM SAMYAK-SAMBUDDHA KOTINAM. TADYATHA: OM CALE CULE CUNDI. SVAHA.

Dharani ini bermanfaat untuk menghapuskan segala dosa. Umat yang telah membaca Dharani ini sebanyak 900.000 (sembilan ratus ribu) kali, ia dapat menghapuskan dosa berat, seperti 5 (lima) karma berat (garuka karma), 10 (sepuluh) perbuatan buruk (dasa akusala karma). Ia akan dilindungi oleh 2 (dua) dewa pelindung yang dikirim oleh Mahacundi Bodhisattva.

5.ARYA AMITAYUR NIYAMA PRABHARAJA DHARANI

Sumber: Mahayana Aryamitayur-niyama-prabharaja-dharani Sutra

OM. NAMO BHAGAVATE ABHARAMITAYURYANA. SUBHINISCITTA TEJARAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAKSAMBUDDHAYA. TADYATHA: OM SATLIBHA SAMSKARI PARISUDDHA DHARMATE GAGANA. SAMUDGATE. SVABHAVA. VISUDDHI. MAHADAYA. PARE VARE. SVAHA.

Umat yang menulis, menyebarluaskan, atau membaca Dharani ini dengan hati yang tulus, akan menjadi panjang usia. Karma buruk pembawaannya yang amat berat akan menjadi ringan jika ia tekun membaca Dharani ini, dan setelah meninggal dunia ia akan terlahir di Negeri-Buddha di Sepuluh Penjuru Alam.

6.BHAISAJYAGURU TATHAGATASATYAKRIYA

Sumber: Bhaisajyaguru-vaidurya-prabhasa-tathagata-purva-pranidhana Sutra

NAMO BHAGAVATE BHAISAJYAGURU VAIDURYAPRABHARAJAYA TATHAGATAYA ARHATE SAMYAKSAMBUDDHAYA. TADYATHA: OM BHAISAJYE BHAISAJYE BHAISAJYA SAMUDGATE. SVAHA.

Dharani ini bermanfaat untuk memusnahkan segala malapetaka, penyakit parah, serta memperpanjang usia kehidupan umat yang membacanya dengan hati tulus.

7.ARYAVALOKITESVARA BODHISATTVA VIKURVANA SATYA-KRIYA

OM MANI PADME HUM. MARGAJNANA CITTOTEBHATA. CITRASYANA. VIDRGA. SARVATHA. PURISTAGANAPURNA. NAPURIDUSVANNA. NAMAH AVALOKITESVARAYA. SVAHA.

Bermanfaat untuk melindungi diri agar terhindar dari berbagai serangan yang berbahaya.

8.SAPTA ATITABUDDHA KARASANIYA SATYAKRIYA

Sumber: Mahavaipulya Sutra

REVA REVATE GUHA GUHATE. DHARANITE NIHARATE VRNITE MAHAGATE CHELINGANTE. SVAHA.

Dharani ini dibabarkan oleh tujuh Buddha di masa lampau, dan bermanfaat untuk memusnahkan dosa yang timbul dari 5 karma berat, 4 parajika dan lain sebagainya. Umat yang tekun membaca Dharani ini akan menjadi murni kembali dan akan memperoleh pahala berlimpah.

9. SUKHAVATIVYUHA MANTRA

NAMO AMITABHAYA TATHAGATAYA. TADYATHA: AMITE AMITOBHABE. AMITA SAMBHABE. AMITA BIKRANA TAMKARE. AMITA BIKRANATA. AMITA GAGANA KRITIKARE. SVAHA.

Dharani ini bermanfaat untuk menghancurkan akar dari segala halangan karma buruk. Umatyang tekun membaca Dharani ini sebanyak 21 x 6 di pagi hari serta 21 x 6 di malam hari, akan selalu dilindungi oleh Buddha Amitabha dan Bodhisattva Pengiring-Nya serta terlahir di Sukhavati setelah meninggal dunia. Umat yang tekun membaca genap 300.000 (tiga ratus ribu) kali akan dapat melihat visual Buddha Amitabha pada masa hidup sekarang ini.

10. SRIDEVI (SUDEVI) MANTRA

Sumber: Suvarnaprabhasa Sutra

NAMO BUDDHA. NAMO DHARMA. NAMO SANGHA. NAMO SRI MAHADEVIYA. TADYATHA: PARIPURNA CALISAMANTA DARSANI MAHA VIHARA GATE. SAMANTA VINIGATE. MAHA KARYA. PANI PARAPANI. SARIVARTHA SAMANTHA SUPRITE. PURENA ALINA SARMANTE MAHA VIKUBITE. MAHAMAITRETE. RUPA SANGHITE HETISEI SANGHIHETI. SAMANTA ATHA-ANU DHARANI.

Dharani ini membantu umat cepat mancapai samadhi ‘Suvarnaprabhasa’ (Sinar Emas), yang dengan cara itu ia mampu menghancurkan halangan kilesa, karma dan vipaka, serta mencapai tiga kebajikan (prajna, vimoksa dan dharmakaya)

Cara Pembacaan Mantra

Pembacaan Mantra ada 5 macam cara :

a. Pembacaan dengan metode bunga teratai

Bersuara lunak, bagaikan angin sepoi-sepoi yang bertiup

b. Pembacaan dengan metode vajra

Mulut dirapatkan dan tidak bersuara, hanya lidah yang bergerak

c. Pembacaan dengan metode samadhi

Pertama-tama renungkan hati sendiri, kemudian berubah menjdai Cakra

Chandra (Yek Luen), di atas Cakra Chandra tertera huruf Mantra. Pada

waktu mengucapkan Mantra tidak mengeluarkan suara, kata demi kata

diucapkan secara batiniah.

d. Pembacaan dengan metode suara siput (Alat tiup dari siput)

Dalam hati yang berbentuk setangkai bunga teratai, kemudian renungkan

mulut bagaikan sebuah siput yang mengeluarkan suara Mantra yang indah.

e. Pembacaan dengan metode sinar terang

Visualisasikan mulut sendiri mengeluarkan sinar yang terang dan di dalam

sinar terang tersebut terdapat kata demi kata dari Mantra yang diucapkan.

Sumber: Buku ” Perkenalan Singkat Tantrayana Satya Buddha “______________________________

dari @ Binderone

21 Tara

1. Tara Hijau

Warna hijau, tangan kiri memegang utpala mekar, diatasnya terdapat utpala yang separuh mekar dan masih kuncup.

Mantra :

Om Tare Tuttare Ture SoHa.

Keterangan:

Gabungan dari kemampuan dan pahala dari 21 Tara.

2. Tara Pereda Bencana

Berwarna putih, tangan kiri memegang teratai putih.

Mantra :

Om Vajra Tare Sarva Bighanen Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan segala penyakit dan bencana yang timbul dari tanah, air, api dan angin.

3. Tara Pereda Bencana Bumi

Berwarna biru, tangan kiri memegang bunga teratai, diatas teratai terdapat vajra.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Lam Lam Bhaya Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan bencana yang berhubungan dengan bumi, seperti gempa bumi, tanah longsor, bumi terbelah, bangunan ambruk dan lain sebagainya.

4. Tara Pereda Bencana Air

Warna merah, tangan kiri memegang teratai, diatas teratai terdapat maniratna yang mengeluarkan api.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Bam Bam Jalabhaya Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan bencana yang berhubungan dengan air, seperti kapal tenggelam, banjir, tsunami dan lain sebagainya.

5. Tara Pereda Bencana Api

Warna kuning, tangan kiri memegang teratai, diatas teratai terdapat mutiara lazuardi putih.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Ram Ram Jalabhaya Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan segala bencana yang timbul dari api.

6. Tara Pereda Bencana Angin.

Warna putih, tangan kanan membawa teratai yang diatasnya terdapat Dharmacakra.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Yam Yam Jalabhaya Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan segala bencana yang timbul dari angin, seperti angin topan, badai dan lain sebagainya.

7. Tara Penambah Berkah dan Kebijaksanaan

Warna kuning, tangan kanan memegang maniratna didepan dada, tangan kiri memegang tongkat yang diujungnya terdapat Vajrakusa ( Vajra Kait).

Mantra :

Om Ratna Tare Sarva Lokha Jhanabaya Dhara Dhara Dhiri Dhiri Shim Shim Sha Jhana Pusting Kuru Om.

Keterangan :

Dapat memperoleh kekayaan, kekuasaan, nama, kebijaksanaan dan kesaktian.

8. Tara Pereda Bencana Alam

Warna hijau, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat Visvavajra (Vajra Salib).

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Eh Eh Maha Hana Bhaya Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Mampu melenyapkan halilintar, hujan es, bencana kekeringan, banjir dan bencana alam lainnyA

9. Tara Pereda Bencana Peperangan

Warna biru, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat Vajrakhadga (Pedang Vajra)

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Dhi Dhi Dhi Chana Rakcha Rakcha Kuru Svaha.

Keterangan :

Dapat menghalau segala bahaya yang ditimbulkan oleh senjata, seperti pedang, tombak, senapan, mesiu dan lain sebagainya.

10. Tara Pembebas Dari Kurungan.

Warna merah, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat kaitan besi.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Mama Sarva Raja Tushium Shoda Shintam Kuru Svaha.

Keterangan :

Menghindari dan membebaskan dari kurungan serta segala hukuman yang timbul dari fitnahan.

11. Tara Penolong Dari Bencana Perampokan.

Warna hitam, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat kapak.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Shora Bhinda Bhinda Drichom Svaha.

Keterangan :

Menghindari dan membebaskan diri dari penyamun.

12. Tara Penumbuh Wibawa.

Warna merah, tangan kanan memegang teratai yang diatasnya terdapat kaitan vajra, tangan kiri memegang tali jerat.

Mantra :

Om Pema Tare Sandara Hrih Sarva Loka Washan Kuru Ho.

Keterangan :

Dapat memperoleh kewibawaan dan kekuasaan, dikagumi oleh orang lain, membuat bawahan dan rakyat menurut. Suami istri harmonis.

13. Tara Penolong Dari Gangguan Mara

Warna hitam, tangan kanan membentuk mudra abhaya, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat vajrakila berkepala tiga penakluk mara.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Pusting Bhiganen Bam Phat Svaha.

Keterangan :

Menyingkirkan penyakit dan gangguan roh jahat, serta bencana yang disebabkan oleh mara langit, mara bumi, mara kekosongan dan naga bumi.

14. Tara Penolong Dari Gangguan Hewan Ternak.

Warna coklat tua, tangan kanan membentuk mudra abhaya, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat Vajrakhadga (Pedang Vajra).

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Ham Ham Pusting Hana Hana Trasaya Phat Svaha.

Keterangan :

Dapat menghindari segala serangan hewan pemakan rumput seperti gajah, sapi, kuda, kambing dan lain sebagainya.

15. Tara Penolong Dari Gangguan Binatang Buas.

Warna hitam, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat lidah api.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva He He Cale Cale Bhinda Phat Svaha.

Keterangan :

Dapat menyingkirkan gangguan dan serangan binatang buas seperti singa, beruang, serigala, macan dan lain sebagainya.

16. Tara Penawar Racun.

Warna putih, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat kalasha yang penuh dengan amrta.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Bhigacalaya Hara Hara Phat Svaha.

Keterangan :

Melenyapkan segala macam racun, seperti obat beracun, gas beracun, ular berbisa, serangga beracun, racun alam dan racun buatan manusia.

17. Tara Penakluk Mara.

Warna Hitam, sepasang tangan memegang Vajrakila bermuka tiga di depan dada.

Mantra :

Om Karma Tare Sarva Shayum Bhiganen Mara Sena Haha Hehe Hoho Ham Ham Bhinda Phat.

Keterangan :

Dapat menaklukan mara langit, semua dewa adharmik, dewa jahat dan roh jahat.

18. Tara Bhaisajyaraja

Warna hijau kekuningan, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat buah haritaki.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Jala Sarva Dukha Prasamanaya Phat Svaha.

Keterangan :

Dapat melenyapkan segala macam penyakit dan wabah.

19. Tara Amitayus.

Warna putih, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat Amitayuskalasha yang penuh dengan amrta.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Vajra Ayukhe Svaha.

Keterangan :

Dapat memperpanjang usia, terhindar dari bahaya kematian sebelum waktunya dan segala petaka.

20. Tara Sumber Harta

Warna kuning, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat ratnakalasha yang penuh dengan ratnamanikam.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Jambhemohe Danametti Hrih Svaha.

Keterangan :

Terhindar dari kemiskinan dan segala macam kesulitan perekonomian.

21. Tara Pengabul Harapan

Warna hijau kekuningan, tangan kiri memegang teratai yang diatasnya terdapat jalinan manggala.

Mantra :

Om Tare Tutare Ture Sarva Artha Siddhi Siddhi Kuru Svaha.

Keterangan :

Memperoleh keberhasilan dalam semua hal bajik, terkabul sesuai kehendak, terutama dalam memohon anak.

Pelimpahan jasa: Semoga semua makhluk bebas dari dukkha dan memperoleh kebahagiaan sejati.

MANTRA PEACOCK KING

Mantra :

Oum Ma Yu Ra Kran Te Svaha.

Ini Merupakan Mantera hati Qung Jie Ming Wang (Peacock King)

Ini Salah Satu Mantra Yang Baik utk menjaga keselamatan dan penghancur ilmu Hitam

MANTRA KSITIGARBHA BODHISATVA

Mantra :

ONG BO LA MO LIN TUO NING SUO PO HE

dari @Lendl

________________________________________________

TAHAPAN MENEMBUS DIMENSI ALAM JIN

Ditulis oleh mystys di/pada Mei 13, 2008

OLEH : IDRIS NAWAWI

Banyak orang yang ingin menembus alam jin, atau mengundang mereka. Ternyata, untuk mewujudkan impian ini bukanlah pekerjaan mudah. Ada tahapan-tahapan yang harus kita kuasai, sebelum kita memulai ritual memembus alam jin. Seperti apakah itu…?

Budaya hidup yang Hedonis yang menitikberatkan pada kepuasaan materi, pada akhirnya turut menggiring manusia untuk selalu mengedepankan rasionalitas dalam ukuran akal semata. Pemahaman ilmu batin atau keparanormalan menjadi terabaikan, sebab bidang ilmu ini dianggap tidaklah memenuhi ukuran aspek materialistik. Akibatnya, adat leluhur kian terkikis, bahkan cenderung dilupakan. Norma-norma ajaran nenek moyang, misalnya saja ajaran para Wali, sudah mulai pudar dan dianggap usang.

Seiring dengan terjadinya kecenderungan itu para ahli khoarik, pertapa dan ahli batin lainnya mulai sulit dicari. Hal ini memang seiring dengan perkembangan zaman yang lebih terfokus pada hal yang bersifat teknologi, iptek, ata sayen. Sementara aspek-aspek keilmuan di luar itu hanya dianggap takhyul, atau bahkan dongeng isapan jempol.Kendati demikian, sebentuk keyakinan masih tetap saja muncul di hati para pencari ilmu bersifat batiniah. Mereka masih punya rasa percaya diri untuk mencari suatu kemaslahatan tentang ilmu Allah SWT, dalam mengarungi kebesaranNya lewat kehidupan makhluk tak kasat mata.

Hanya saja dalam merilis ilmu supranatural di zaman sekarang memang tak semudah seperti yang kita bayangkan. Walau dalam kenyataannya banyak jasa paranormal yang memberikan layanan khusus seputar ilmu supranatural, namun semuanya lebih terfokus kearah produk jadi atau instan, bukan mengarah ke jalur olah batin yang pada intinyab mengajarkan bagaimana kita bisa dekat dengan mereka, para makhluk yang ada dalam di mensi lain.

Lewat pemahaman ahli Al-Hikmah, sesungguhnya di zaman melinium akhir seperti sekarang ini, amatlah sulit mencapai puncak keberhasilan dalam mengolah batin secara akurat. Mengapa? Sebab di samping kita hidup di era yang penuh akan godaan duniawi yang stiap saat selalu kita lihat dan begitu memikat, di sisi lainnya faktor penghayatan terhadap ilmu juga semakin kurang menunjang. Contoh kasus paling rumit sepeti susahnya mencari guru spiritual. Ditambah lagi sulit mencari tempat-tempat yang sepi dan tenang untuk berkhalwat, sebab kini hampir semua tempat sudah mulai ramai, sehingga ketenangan batin kita mudah terganggu karenanya.

Dalam hal keyakinan, semangat dan penghayatan dalam hal ilmu supranatural di masa kini semakin dangkal, bahkan cenderung dianggap remah. Padahal, inilah salah satu faktor penentu dalam menapaki ilmu bersifat kebatinan, yang pada akhirnya seringkali gagal di tengah jalan.

Sebagai suatu pemahaman, kunci dasar untuk bisa menguasai bermacam sifat supranatural terdiri dari tiga bagian, yaitu: semangat dan keyakinan, guru pembimbing, dan pengontrolan hati.

SEMANGAT DAN KEYAKINAN

Untuk memulai menjadi seorang suprantural, kita dituntut agar terus bersemangat secara alamiah tanpa ada perasaan terbebani maupun keterpaksaan. Makna semangat dan keyakinan ini terbagi menjadi dua hal, yakni yang keluar dari pikiran atau kemudian menjelma menjadi semangat, dan yang keluar dari sifat hati yang kemudian berwujud menjadi keyakinan.

Semangat yang berada dalam pikiran biasanya hanya ada di permukaan atau dzohir saja, dan seterusnya akan menjadi suatu kegagalan, jika hal ini tidak dilandasi dengan adanya keyakinan yang kuat dalam hati sanubari kita. Sebagai contoh, kita disuruh menjalankan puasa dan wiridan selama 7 hari berturut-turut. Jika kita hanya punya semangat tapi tidak punya keyakinan, maka kita akan ragu dan selanjutnya kegagalanlah yang kita hadapi. walnya kita memang bersemangat, namun setelah menjalani dua malam berturut-turut dan kelelahan serta kejenuhan mulai terasa, maka seketika pikiran kita menjadi kacau, rasa capek, malas, takut, lapar dan lain sebagainya akan mudah mempengaruhi organ tubuh kita sehingga niat membatalkan puasa ini akan mudah sekali kita jumpai.

Sedangkan “semangat yang keluar dari sifat hati” atau keyakinan, biasanya akan terus dijaga oleh seorang supranaturalis sejati. Sebab, rasa tanggungjawab untuk sampai mengakhiri masa ritual lebih diutamakan, sehingga hawa pikiran negative bisa ditutup dengan serapat-rapatnya.

GURU PEMBIMBING

Dalam memahami ilmu supranatural, guru pembimbing sangat berperan dalam menentukan suatu keberhasilan ilmu bagi anak didiknya. Disamping sang guru bisa mengarahkan tentang sebuah arti keyakinan, sang guru juga bisa memberi kesemangatan secara akurat sehingga sang murid akan mudah mengikuti jejak atau ajaran-ajarannya.

PENGONTROLAN HATI

Bila seorang supranatural sudah bisa memahami tentang makna semangat, keyakinan dan penghayatan ilmu yang diberikan lewat bimbangan guru spiritualisnya, maka sang supranaturalis tadi tinggal mengolah keyakinannya sendiri dengan terus mengontrol kepekaan hati sehingga apa yang diinginkannya akan mudah tercapai.

Nah, sebagai penghayatan yang lebih luas tentang seputar ilmu supranatural, berikut ini Penulis akan membeberkan rahasia menembus dimensi alam jin. Hanya saja, dalam pembedaranya nanti, penulis akan memaparkan lewat tahapan demi tahapan. Maksudnya tiada lain agar bagi mereka yang suka akan dunia mistik, bisa dengan mudah memahaminya. Seperti apakah tahapannya? Inilah uraian selengkapnya…:

Lewat pemahaman yang disarikan dari kitab Manba’u Usulul Hikmah Bimuallif, karangan Imam Ali Albuny, diterangkan sebagai berikut:

Bahwa setiap manusia yang menginginkan berjumpa atau masuk ke alam bangsa jin, maka dia harus bisa melewati dua alam terlebih dahulu, yaitu: Alamul Ahmar dan Alamul Abdul Jumud.

Di samping hal tersebut, kita juga harus bisa memahami tentang pintu-pintu gaib yang bakal kita tempuh atau kita lalui. Mengapa? Sebab, sedikit saja kita salah jalan, bukan bangsa jin (dalam hal ini yang dimaksud adalah Jin Muslim-Pen) yang bakal kita temui, melainkan bangsa alam lain yang samar-samar dan tak kasat mata. Walhasil, bukan keinginan kita yang akan tercapai, melaikan kefatalan dan tipu muslihat dari bangsa gaib yang menyesatkan itu yang akan kita terima.

Mengenai arti alam sendiri, jauh-jauh para ulama sudah menuliskannya di beberapa kitab. Salah satunya seperti pendapat dari Imam Bujeremi, dalam kitabnya “IQNA”. Imam Bujeremi menuliskan beberapa tingkatan alam yang terdiri dari makhluk tak kasat mata.

Dimulai dari:

Aalam manusia,  Ahmar,  Abdul Jumud,  Ahyar,  Jin,  Azrak, Khoarik,  Thurobi,  Barri,  Adli,  Sama’,  Majazi,  Malaikat,  Jabarut, Qolam,  dan Arsy.

Nah, dari kehidupan makhluk-makhluk yang berada di alamnya masing-masing, manusia bisa saja menemui atau menembus ke salah satu alam yang diinginkan bila manusia itu sendiri memang sudah cukup ilmu dan pengetahuan untuk menembusnya.

Mari kita kembali ke tahapan menembus dimensi alam jin. Lewat pembedaran yang sama dari kitab “Manba”u Usulul Hikmah”, dijabarkan bahwa siapapun orangnya bisa menembus dimensi alam jin apabila manusia itu sendiri sudah menguasai dua alam sebagai tingkatan alam dibawahnya, yakni alam Ahmar dan alam Abdul Jumud.

Alam Ahmar: Sebuah alam yang dihuni jutaan makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi dan lautan. Ahmar juga disebut dengan istilah “Bangsa Lelembut” yang masih keturunan dari bangsa manusia lewat silsilah Anfus, anak dari Nabiyullah Syiet, yang diturunkan lewat zaman sanghiyang. Yang termasuk ke dalam golongan penghuni Alam Ahmar ini adalah: Nyi Roro Kidul, Dewi Lanjar, dan seluruh wadya balanya.

Abdul Jumud: Sebuah alam yang dihuni oleh bangsa makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi, batu dan pepohonan. Abdul Jumud disini disebut juga dengan istilah “Dedemit”. Mereka juga masih keturunan bangsa manusia dari zaman Togog. Contohnya seperti: Kuntilanak, Memedi, Perkayang dan lain sejenisnya.

Nah, untuk bisa menguasai kedua alam ini, di setiap akan ritual menembus dimensi alam jin, siapkan sesaji berupa: bunga setaman, melati, mawar dan kelapa hijau. Hal seperti ini ditunjukkan untuk menghormati bangsa Ahmar sebagai wasilah jalannya.

Sedangkan untuk melewati alam bangsa Abdul Jumud disarankan agar membakar madat apel jin di awal mau memulai ritual. Niscaya bangsa Abdul Jumud ini akan paham dan tidak mengganggu prosesi ritual yang kita jalankan.

Untuk membuka pintu alam jin sendiri, salah satu rituanya adalah dengan menaburkan terus kemenyan putih yang sudah dihaluskan secara terus menerus. Hanya saja dalam pengenalan menembus alam jin harus sangat hati-hati. Terutama siapa nama dari jin itu sendiri yang akan kita temui.

Di sisi lain, kita sebagai manusia haruslah tahu, kapan waktunya kita menjalankan ritual, dengan ayat apa kita memanggil, lewat pintu mana kita masuk, dan permohonan apa yang kita inginkan. Sebab bangsa jin tidak seperti bangsa manusia pada umumnya. Mereka selalu memakai aturan dan tatakrama yang penuh akan kedisiplinan. Mereka juga bisa dikatakan sangat temperamental dan mudah tersinggung apabila kita bangsa manusia tidak bisa memahami watak dari sifat mereka.

Sebagai suatu kewaspadaan, bangsa jin disini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Abyad dan Aswad (Jin Putih/Muslim dan Jin Hitam/Kafir). Di samping itu bangsa jin terdiri dari empat sifat perilaku, tergantung dari alam yang ditempatinya, yakni: tanah, air, bangunan, dan awang-awang (angkasa).

Dari empat sifat yang menjadi tempat tinggal mereka, semua mempunyai perbedaan dalam menerima kita manusia, baik dari segi pemanggilan, ayat atau amalan yang dibaca, maupun sesaji ritual yang disajikan untuk mereka.

Apabila kita tidak memahami secara mendetil tentang ritual untuk menembus ke alam mereka, golongan bangsa Jin Hitam atau Jin Kafir-lah yang akan berperan untuk menemui kita dengan seribu tipu daya yang menyesatkan. Misalnya saja, kita akan diming-imingi kekayaan, harta karun, bisa menarik pusaka dan lain-lain perkara musykil yang tidak bisa diterima akal.

Intinya, pikiran kita akan terus dicecoki oleh bermacam hayalan yang menggiurkan. Ucapan kita jadi ngelantur, mudah emosi, mudah tersinggung, senang menutup diri dalam kamar, suka melamun dan tidak menerima akan nasehat apapun dari orang lain.

Bukan hanya itu saja, golongan jin hitam atau Jin Kafir juga akan terus menjumpai kita dengan taktik berupa kelembutan, serta berperan dalam kebaikan, seperti halnya figure guru gaib yang benar-benar mau mengajarkan seluruh ilmunya kepada kita. Nah, bila sudah seperti ini jadinya, kita sudah melenceng jauh dari jalan yang sebelumnya kita harapkan. Lebih fatal lagi, kita bisa melenceng dari akidah beragama (Islam)

Sekedar tips, apabila dalam suatu ritual yang kita jalani selama ini, seringkali didatangi makhluk-makhluk dari dimensi lain, maka cobalah perhatikan kedatangan mereka. Apabila makhluk lain alam ini datang menjumpai kita dari arah depan, belakang, samping kanan atau kiri, maka janganlah digubris kedatangannya. Sebab cara kedatangan mereka seperti itu sudah jelas menunjukkan bahwa mereka berasal golongan bangsa jin hitam atau Jin Kafir.

Kitab Manba’u Usulul Hikmah sendiri mengupasnya, “Jangan sesekali Anda percaya akan tipu muslihat dari beragam makhluk gaib yang datang dari arah empat penjuru. Sesungguhnya, hanya satu arah yang mereka lewati sebagai teman kita yang benar, yaitu lewat arah atas.”

Lewat pembedaran salah satu tahapan ini, tentu diharapkan akan bisa menjadi bahan intropeksi kita bersama, bahwa sejatinya tidak ada ilmu yang bersifat instant dimuka bumi ini, kecuali kita sendiri mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menguasainya.

Nah, untuk tahap terakhir dalam menembus dimensi alam jin, pelajarilah ayat-ayat,ajian, atau amalan pemanggilan secara matang. Sebab, kesemuanya itu akan menentukan suatu pilihan kita untuk bisa memilih, siapa (maksudnya bangsa jin-Pen) yang akan kita temui kelak.

Sebagai bahan dasar, pelajari arti, naktu, huruf, angka, rujukan dan dari mana sumbernya. Bisa juga lewat rahasia huruf Abajadun. Sebab rahasia huruf, Abajadun, memuat 99 keistimewaan, yang mana salah satunya termasuk dari rahasia alam jin itu sendiri. Seperti contoh, huruf Alif yang mempunyai angka 1. Penjaga dari huruf Alif ini adalah malaikat bernama Tholthobausin, dari bangsa gaibnya bernama Ahmar. Ayat dari Alif sendiri adalah Al-Quddus. Dari bangsa gaib yang bernama Ahmar ini sudah jelas masuk dalam katagori huruf Alif.

Jadi pada intinya, apabila kita ingin menembus alam Ahmar atau alam lelembut, maka perbanyaklah dengan membaca ayat Al-Quddus, untuk bilangan angka 1 yang terdapat dalam huruf Alif. Hal itu menunjukkan nama yang dituju, seperti nama Ibu Ratu Kidul jatuh pada naktu: Ya Adzim. Bila ingin memanggil beliau, gabunglah dua asma’ Ahmar dan dan nama Ibu Ratu: Al-Quddus Ya Adzim…dan seterusnya.

Dari @ Kipanji

Gunakan kemampuan anda untuk membantu diri sendiri dan orang lain, tetapi bukan untuk pamer. Kemampuan cenayang anda adalah kehidupan anda dan bukan untuk menjadi pusat perhatian. Penyalahgunaan kemampuan cenayang oleh seseorang dapat mengakibatkan kemampuan tersebut berbalik menghancurkan diri sendiri.

Kemampuan cenayang adalah kemampuan untuk mendapatkan informasi, Energy, atau kekuatan di dalam kesadaran kosmik, Serta kemampuan untuk memamfaatkan informasi, energy, atau kekuatan yang telah di peroleh.

Saya akan memperlihatkan cara untuk menciptakan sasaran cenayang yang berguna bagi anda. Cara tersebut dapat membantu anda untuk mencapai sesuatu yang benar-benar anda inginkan, kuncinya, anda benar-benar menghendakinya. Banyak orang berharap agar terjadi perubahan. Tetapi, yang terjadi hanya sampai pada tahap harapan. Mereka tidak mempunyai keinginan kuat untuk melakukan perubahan. Agar harapan anda bisa menjadi kenyataan, anda harus mengikuti Hukum alam semesta.

Keempat unsur berikut diperlukan untuk pencapaian kemampuan cenayang/Indera keenam:

1. Memiliki Harapan

2. Menciptakan Impian (Visualisasi )

3. Melepaskan Impian kedalam Pikiran Agung (Kepercayaan dan komitmen) Sambil tetap mempertahankan Visualisasi

4. Melakukan Tindakan Konstruktif (Latihan mengendalikan dan mengarahkan impian)

Untuk menjadi seorang cenayang, anda hanya perlu mempelajari bagaimana agar otak memasuki alpa atau theta secara sengaja, visualisasi merupakan kunci untuk mencapai gelombang otak theta berdasarkan kehendak sendiri dan kemudian menggunakan keadan itu untuk mencapai keadaan cenayang. Anda cukup memejamkan mata, kemudian anda melakukan sejumlah latihan relaksasi, visualisasi bisa juga dengan meditasi dan membaca mantra maupun do’a.

Mata Cenayang/ penglihatan/ cakra ajna:

Sebagian besar cenayang banyak menggunakan indera penglihatan di dalam karya cenayang mereka. Ada dua macam penglihatan cenayang: Pertama, Menyangkut penglihatan citra, pemandangan, atau berbagai mahluk yang ada di dalam pikiran kita. Kedua, Menyangkut penglihatan citra, pemandangan, atau berbagai mahluk yang berada di luar pikiran kita. Dalam konteks ini, mahluk yang di maksud misalnya hantu, arwah, atau bias dengan merasakan kehadiran bahkan menyentuh entitas lain.

Membuat Peka Mata Cenayang/Penglihatan :

1. Pada malam hari, tanpa lampu yang menyala, tengoklah di sekeliling anda. Pelajari dan kenali bentuk yang anda lihat. Lakukan hal ini di tempat tidur ,diranjang anda, di halaman ruma, ketika anda berjalan-jalan di tempat lain.

2. Pada saat ada mengenali bentuknya, katakanlah di dalam batin atau dengan suara keras( tersera anda ): ” Ternyata seperti ini bentuk ( sebutkan nama benda atau sesuatu yang anda lihat tersebut ) di kegelapan. Aku telah membuat penglihatanku semakin peka untuk mengenali berbagai benda di kegelapan dan di bawah cahaya apa pun secara akurat.”

3. Pada siang hari yang cerah di tempat manapun dan kapanpun, sisihkan beberapa detik untuk mengamati apa yang ada di sekitar anda.

4. Secara mental, ulangi apa yang anda lihat dan katakanlah: ” aku melatih pikiran cenayangku agar setiap saat dapat mengamati lingkungan secara akurat.”

5. katakanlah: ” Aku memerintahkan pikiran bawah sadarku agar selalu mengingatkanku mengenai segala sesuatu yang perlu kulihat demi kepentinganku dan perlindungan bagi diriku. Dengan demikian, aku dapat berfungsi dengan kapasitas cenayangku secara penuh.”

Prosedur awal ini bersifat ilustratif. Anda dapat mempraktikan kiat tersebut apa adanya. Atau, Anda juga bisa menciptakan latihan anda sendiri untuk mencapai penyesuaian yang serupa bagi pikiran cenayang anda.

Ini merupakan jenis latihan yang bisa anda praktikan setiap hari selama beberapa detik. Sebab latihan ini bisa membuat pikiran cenayang anda semakin peka, Anda akan takjub ketika anda mengetahui banyak hal yang terdapat di lingkungan anda. Sebelumnya, anda tidak menyadari kehadirannya. Kekuatan yang memadai untuk melakukan pengamatan merupakan asset yang berharga..

Terima kasih bila anda sudah memahami dan mampu mempraktekannya dengan baik dan benar serta dapat merasakan manfaatnya, Niat kami untuk membantu anda, itulah sebabnya kami berusaha untuk memberikan semua ilmu yang kami miliki kepada anda semua dengan cara yang lebih mudah, praktis, cepat dirasakan manfaatnya, ilmu ini berguna seumur hidup, sebelum ilmu ini kami berikan kepada anda, secara pribadi kami sudah uji coba dan di antara 160- orang yang memakai ilmu ini hanya 3 orang yang gagal itupun karena di sebabkan mereka malas belajar dan berlatih, sedangkan sebagian besar orang berhasil dalam menggunakannya.

Note

1. Kemampuan cenayang , indera keenam tidak mesti dengan bisanya melihat mahluk halus/aura tetapi ini juga bisa di buktikan ketika anda bisa merasakan sesuatu penomena (intuisi), Merasakan keberadaan mahluk halus, berkomunikasai dengan mereka bahkan bersentuhan.Sebelum melakukan latihan seperti petunjuk di atas, harap membaca mantra mata cenayang terlebih dahulu minimal 3-7 x

2. Gunakan Musik Meditasi bila ada, ini akan membantu anda dalam tahap latihan mata cenayang untuk memasuki trance theta, Musik meditasi dapat anda ambil/download Gratis di website : http://www.tariksukma.co.nr

3. Jika ada kesempatan berpuasalah sebanyak 1 hari atau 3 hari di mulai pada hari kelahiran anda, ini bertujuan untuk meningkatkan power anda serta untuk mempercepat penguasaan ilmu cenayang.

Keberhasilan anda, kebahagian buat kami

Terima kasih,

http://tariksukma.co.nr/

sumber : Sini

Dengan ilmu ini siapa pun bisa melakukan kontak dengan roh leluhurnya….

Alam gaib sampai saat ini masih merupakan misteri yang belum tersingkap secara tuntas. Kalaupun ada orang-orang tertentu yang mengaku pernah ke alam itu, atau hanya mengaku pernah menginjak alam tersebut, tetapi hal itu hanyalah sebatas nukilan pengalaman peribadi yang belum tentu benar seratus persen. Bisa saja si pelaku bermimpi atau berhalusinasi. Lebih dari itu, mungkin benar, ada orang tertentu yang telah bertandang ke alam gaib.

Lewat jasa paranormal atau ilmu-ilmu tertentu, banyak orang yang ingin membuktikan keberadaan alam gaib. Di daratan Eropa dan Amerika, banyak pula ahli yang mencoba mengungkapkan keberadaan alam ini dengan teknologi ala kadarnya yang berhasil mereka ketemukan. Kendati begitu, kemisteriusan alam gaib tetaplah menjadi sebuah misteri yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk menuntaskannya.

Di sela peradaban yang semakin canggih, banyak orang yang semakin penasaran, berkeinginan menyingkap tabir gaib alam halus tersebut. Salah satu ilmu kadigdayaan yang dipergunakan untuk menembus alam gaib, khususnya berkenaan dengan roh, sesungguhnya telah diciptakan leluhur kita sejak jaman Majapahit. Hal ini dapat dilihat dari kata-kata sakti manteranya yang masih menggunakan bahasa Kawi campuran.

Nama ilmu tersebut adalah Ilmu Cipto Gumono. Konon dulunya dimiliki sang Prabu Sri Mapanji Jayabaya yang bertahta di negeri Mamenang. Setelah itu ilmu ini dimiliki oleh Ki Buto Lotoyo, murid Prabu Jayabaya dari bangsa jin atau biasa disebut Prabu Merosupatmo. Setelah Merosupatmo hilang, diwariskan ke Prabu Dandang Gendis di Singasari. Dan kemudian turun-temurun diwarisi raja-raja Majapahit.

Sewaktu Majapahit mengalami keruntuhan, ilmu ini lari dari tembok Istana, yang dibawa kabur putra-putra Majapahit. Dan entah bagaimana perjalanannya ilmu Cipto Gumono ini akhirnya dimiliki oelh Raden Mas Kongso Curigo, darah biru dari Surakarta.

Ilmu Cipto Gumono ini pada jaman dahulu biasa dipergunakan untuk komunikasi dengan roh karuhun (leluhur). Tapi sekarang ada pergeseran, Ilmu Cipto Gumono biasa dipergunakan untuk menelusuri garis keturunan yang telah hilang, dengan cara menghadirkan roh karuhun yang telah lama hidup di alam keabadaian.

Agar pembaca tidak penasar, inilah mantera sakti Ilmu Cipto Gumono yang keramat tersebut :

SHANG HYANG CIPTO GUMONO

RAWUHNO SEJATINING ……(Roh Yang Dikehendaki)

KANG APEROJO HING SONGGOBUONO

RAWUH, RAWUH, RAWUH

MIJIL ONO ING PANGARSANINGSUN.

Lakunya

Laku yang diperlukan untuk menyatukan mantera sakti Ilmu Cipto Gumono ini adalah dengan cara sebagai berikut :

1. Laku dimulai pada hari Rabu Pon, Kamis Wage, Jum’at Kliwon (selama tiga hari) dengan cara mutih

2. Sebelum mutih mandilah siram jamas sesuci pribadi dengan menggunakan bunga liman (lima macam) dan airnya dicampur minyak Arab Zakfaron sebanyak 10 cc. Gunakan untuk meramas.

3. Setelah tiga hari mutih selesai, ditambah dengan pati geni yaitu berdiam diri di kamar tanpa ada penerangan lampu dan tidak makan minum. Tenangkan diri, tengah malam baca mantera sakti tersebut sebanyak tiga kali.

4. Kalau ingin menggunakan mantera tersebut untuk keperluan lain lagi, laku mutih tidak perlu dilakukan. Cukup berdiam di kamar yang sepi, baca mantera tersebut.

Dengan kebersihan jiwa dan kesungguhan tekad, maka akan hadir roh karuhun yang Anda kehendaki dan akan memberi wejangan atau petuah yang Anda butuhkan sesuai kemampuan roh karuhun tersebut. Tapi ingat, jangan sampai ilmu digunakan untuk suatu tujuan yang sesat dari jalan Tuhan.

Meraga sukma dari @Lendl

hanya berbagi, di dapat dari situs Sini

RAHASIA MERAGA SUKMA

Ditulis oleh mystys di/pada Maret 18, 2008

Oleh: Kumara Qulmi

Banyak orang yang ingin mengusai Ilmu Meraga Sukma. Bagaimanakah rahasia yang sebenarnya? Benarkah Meraga Sukma hanya bisa dilakukan dengan metode tirakat atau dengan meminta bantuan jin…?

Anda mungkin pernah mendengar cerita seseorang berilmu tinggi, yang mampu mengunjungi familinya hanya dengan berkonsentrasi. Atau, Anda mungkin pernah menonton film yang berkisah tentang seorang pendekar yang bertarung dari jarak jauh dengan “tubuh halus”-nya dengan pendekar yang menjadi lawannya. Hal semacam itu merupakan ciri dari seorang yang memiliki Ilmu Meraga Sukma, yang memang dapat dipergunakan untuk melepas sukmanya tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Ilmu Meraga Sukma, atau banyak juga orang mengiistilahkanya sebagai Proyeksi Astral, Lepas Sukma, Pangaracutan, Proyeksi Mental, Out of Body Experience, bahkan Astral Projection, adalah suatu proses pelepasan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Proses ini bila sempurna maka semua rasa panca indera pelakunya dibawa keluar, sehingga sukmanya mampu mendengar, merasakan, melihat dan meraba lingkungan sekitarnya dengan sukma itu sendiri secara nyata.

Apakah meraga sukma diperbolehkan dalam syariat Islam? Marilah kita baca firman Allah SWT ini, “Seluruh jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya, melainkan dengan kekuatan.” (QS. Ar Rahman:33).

Penjelasannya bahwa Allah Azza Wa Jalla telah memberikan suatu fasilitas dalam tubuh manusia untuk melakukan perjalanan ke penjuru langit dan bumi secara fisik (teknologi: ilmu pengetahuan) dan non fisik (energi: sukma) jika memang manusia itu memiliki kekuatan atau kemampuan.

Perlu diketahui, proses meraga sukma sesunggunya tidak melepas roh, tetapi hanya memproyeksikan energi pikiran yang disebut sukma. Kalau kita melepas roh bisa menyebabkan kematian. Sebab itu orang yang meraga sukma bisa menarik kembali energi pikiran yang melanglang buana sehingga dapat hidup kembali. Energi pikiran atau sukma ini secara otomatis akan kembali ke raga dalam kondisi tertentu, misalnya saja karena kaget, tertindih energi lain, dan sebagainya.

Sukma atau jiwa adalah kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, gaib, atau metafisika. Sedangkan sukma atau jiwa ini sangatlah kompleks yang terdiri dari beberapa sub-sub penyusun.

Salah satu dari sub-sub tersebut adalah kemampuan Bawah Sadar atau orang ada yang menyebutnya ESP (Extra Sensory Perception), atau juga disebut Indera Keenam. Kemampuan Bawah Sadar inipun sebenernya kompleks juga. Hanya yang pasti, kesemuanya ini jelas merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada setiap manusia, sejak dia lahir dengan sifatnya yang khas.

Sifat khas dari kemampuan Indera Keenam ini adalah kemampuan sensoriknya yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan sifat uniknya ini maka Indera Keenam mampu melakukan aktivitas “antar dimensi” atau Transdimensi.

Juga mungkin difahami secara sederhana, apa yang disebut sukma atau jiwa ini dapat dianalogikan sebagai perangkat lunak (software) pada komputer. Kita tahu bahwa software sendiri terbagi dalam beberapa klasifikasi sesuai kebutuhan penggunanya.

Jika dalam software komputer dikenal yang namanya Operating System sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas komputer maka, dalam jiwa atau sukma kita pun ada komponen yang berfungsi sebagai basis kegiatan seluruh aktivitas hidup kita yang dalam bahasa Qur’an disebut sebagai QALBU

Jadi sebenarnya kegiatan melepas sukma bukan membuat tubuh kita menjadi kosong tanpa ada roh yang mengisinya. Mengapa? Karena sebenarnya kita bukan “MELEPASKAN” sukma tapi mendayagunakan kemampuan Extra Sensorik kita untuk melakukan penjelajahan antar dimensi

Proses melepas sukma hanya memanfaatkan kemanpuan otak yang kompleks. Tidak seperti yang diperkirakan orang yang menyangka melepas sukma adalah berupa sinar dan saudara empat lima pancer. Hal ini jauh dari kenyataan yang sesungguhnya.

Otak manusia adalah suatu organ tubuh yang sangat luar biasa dan teramat kompleks. Seperti kita ketahui otak manusia terbagi-bagi menjadi banyak sekali bagian yang masing-masing mengatur suatu fungsi sistem tubuh manusia, seperti ada yang khusus mengatur syaraf sensorik, lalu ada yang mengatur khusus untuk syaraf motorik, dan lain-lain. Dan salah satu fungsi penting di dalam otak, ada suatu bagian otak yang mempunyai tugas sebagai “pengawas”, yaitu mengawasi seluruh kerja tubuh kita sehingga berjalan dengan semestinya. Nah, bagian otak ini terus-menerus bekerja walau kita tertidur pulas. Buktinya adalah walau kita tidur pulas sekali, bagian tubuh seperti jantung terus memompa darah dari dan ke seluruh tubuh, atau paru-paru yang terus menghisap oksigen dan melepas CO2, dan lain-lain. Tanpa bagian otak ini tubuh kita akan tidak dapat berfungsi ketika kita tidur sehingga akibatnya kita bisa mati, karena kegagalan fungsi tubuh.

Salah satu bagian otak yang penting lainnya adalah suatu bagian otak yang bertugas untuk menganalisis setiap pesan sensorik yang diterima tubuh lalu dikirim dalam bentuk neurotransmitter ke otak, seperti dari mata, sehingga kita bisa melihat, dari kulit sehingga kita bisa merasai sakit ketika kita tertusuk duri, dari telinga sehingga kita bisa mendengar, dan lain sebagainya. Bagian otak ini sangat penting bagi manusia karena jika bagian otak ini tidak berfungsi dengan baik maka kita tidak akan bisa melihat, mendengar, merasakan, membaui, dan lain-lain. Walaupun mata, telinga, kulit, dan hidung kita normal tidak ada yang rusak sama sekali, namun jika bagian otak tadi rusak maka tidak akan ada artinya sama sekali.

Jika kita bisa memfungsikan dua bagian otak di atas secara maksimal, maka kita akan bisa melepas sukma. Caranya adalah kita harus bisa membuat kesadaran otak kita tetap terjaga, walau tubuh kita tertidur pulas sekali. Dengan menjaga kesadaran otak yang penuh ketika kita tidur, maka ketika kita tidak lagi merasakan tubuh (tidak bisa menggerakkan/ merasakan tubuh kita sama sekali tapi kita masih sadar sepenuhnya), maka pikiran kita ini bisa “melayang-layang” kemana-mana, pergi ke manapun yang kita mau dengan bebas seakan-akan kita sudah bangun.

Suatu hal penting yang perlu ditegaskan adalah kemampuan melepas sukma ini adalah murni kemampuan memanipulasikan kemampuan otak, bukan roh. Jadi kalau kita mengganggap melepas sukma adalah melepas nyawa atau roh, hal ini jelas sama tidak benar. Buktinya adalah kita masih bisa bebas balik lagi ke tubuh wadag kita, tanpa ada hal-hal yang aneh. Bayangkan, kalau roh tentu kita tidak bisa balik lagi ke tubuh wadagnya, kecuali atas izin Allah SWT dalam kasus yang yang spesifik dan langka sifatnya.

Orang yang ingin melepas sukma harus memiliki energi tubuh yang cukup besar supaya mampu melontarkan sukma ke luar raga, dan dipergunaskan untuk proses perjalanan luar tubuh. Orang itu harus mengetahui teknik melepas sukma untuk dilatih dengan disilpin dan kontinyu.

Seorang teman Misteri pernah mengajarkan sebuah buku petunjuk latihan metoda Chikung yang berisi berbagai teknik latihan indra ke-6 dengan pernafasan murni. Salah satunya metoda melepas sukma dengan metoda rileks, dibarengi pernafasan tertentu untuk melepaskan sukma yang dinamakan Meditasi Levitasi Pikiran. Metoda ini sangat aman dan efektif untuk dilakukan pemula. Berikut caranya:

1. Anda berbaring di lantai dengan nyaman. Tangan diletakkan di samping tubuh dengan jempol dan telunjuk saling bersentuhan. Pejamkan mata dan taruh lidah di langit-langit.

2. Anda lakukan menarik nafas dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan aturan nafas:

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 50% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semua.

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 90% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.

- Ambil nafas dan keluarkan nafas 1% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semua.

- Ambil nafas dan keluarkan 100% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuannya.

- Ambil nafas dan keluarkan 30% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan semuanya.

- Ambil nafas dan keluarkan 20% lalu ambil nafas dari titik itu dan keluarkan nafas semuanya.

3. Anda bernafaslah alami selama 5 menit dan akhiri dengan meditasi.

4. Anda membuka mata dan niatkan untuk meraga sukma. Setelah itu biarkan tubuh Anda rilaks dan tetap berbaring sambil tidur-tiduran sampai Anda memasuki kondisi sangat relaks atau setengah tidur. Sebab pada saat itu Anda mengalami sensasi seperti berputar atau gerakan energi dari dalam tubuh yang ingin keluar. Apabila tubuh Anda menjadi dua maka Anda tinggal mengendalikan “tubuh halus” alias sukma untuk berjalan-jalan.

Teknik meraga sukma metoda Meditasi Levitasi Pikiran Chi Kung ini sangat aman dan efektif. Anda yang melakukan tahapan latihan dengan benar manpu melepas sukma hanya beberapa kali latihan saja. Apabila Anda ingin mengembalikan “badan halus” alias sukma hanya tinggal meniatkan menarik sukma masuk tubuh dan membuka mata Anda.

Sesungguhnya, apa yang disebut sebagai Ilmu Meraga Sukma hanya memanfaatkan pontesi otak untuk menproyeksikan dan melevitasikan pikiran untuk keluar tubuh. Prosesnya membutuhkan bantuan energi tubuh besar yang bisa dirangsang dengan motada pernafasan tertentu.

Perlu dikatahui, dalam penguasaan melepas sukma ini banyak sekali orang yang memakai metoda tirakat yang biasanya meminta bantuan jin. Metoda bantuan jin ini jelas tidak bisa dipertanggungjawabkan secara syariat Islam karena kita telah berkolaborasi dengan jin yang dilarang Allah untuk berhubungan dengan jin (Baca QS. Al-Jin:9).

Selain itu, metoda tirakat kolaborasi dengan jin jelas sekali memiliki efek-efek negatif secara medis. Sebagai contoh, si jin hanya membantu menproyeksikan dan melevitasikan pikiran keluar tubuh dengan merekayasa sistem syaraf otak kita, sehingga potensial bisa mengganggu sistem syaraf kita jika saja kita tidak kuat dan sungguh-sungguh telah siap.

Metoda teraman dan terefektik adalah dengan memanfaat pontesi tubuh manusia sendiri, yakni hanya dengan meningkatkan kapasitas energi tubuh supaya mampu menlontarkan sukma keluar tubuh, dan melakukan proses perjalanan luar tubuh. Tentunya membutuhkan latihan yang intensif dengan jangka waktu tertentu.

=======

MERAGA SUKMA DENGAN AMALAN SURAH AL-KAHFI

Ditulis oleh mystys di/pada Mei 13, 2008

OLEH : R. BAMBANG SUKMARAGA

Jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempol semata….

Al-Qur’an adalah kitab suci ummat Islam yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW lewat perantara Malaikat Jibril as. Kitab ini terdiri dari 30 juz, 114 surah, yang isi kandungannya menyelimuti seluruh aspek kehidupan dunia dan akhirat. Ada masalah Tauhid, hukum, ilmu pengetahuan, juga kisah para anbiya dan mursalin atau kisah orang-orang shaleh yang begitu gigih dan berani berkorban demi mempertahankan iman kepada Allah SWT. Salah satunya adala kisah para pemuda beriman kepada Allah pengikut Nabi Isa as, di masa pemerintahan raja Dikyanus (Dicius). Merekalah yang disebut sebagai Ashabul Kahfi. Kisah tentang mereka terdapat dalam Surah Al-Kahfi.

Selain kisah para Ashbul Kahfi, di dalam surah ini juga diceritakan tentang Nabi Musa as yang disertai salah seorang muridnya mencari Nabi Khidir as dipertemuan dua arus laut untuk belajar ilmu gaib, namun sayang Nabi Musa tidak sabar sehingga tidak bisa menimba ilmu tersebut.Menurut para ahli ilmu hikmah, jika seseorang membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at satu kali, maka akan diampuni oleh Allah dosanya selama satu minggu sebelumnya, dan satu minggu sesudahnya.

Sedangkan ahli hikmah lainnya mengatakan, jika ingin bertemu dengan ruh diri sendiri atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Kiranya, penjelasan yang sepertinya naïf ini bukanlah isapan jempil semata. Penulis adalah seorang saksi yang telah membuktikan kebenarannya.

Kejadian ini saya alami sekitar tahun 86-an silam. Ketika itu, saya masih kuliah di salah satu perguruan Agama Islam di Banjarmasin. Sebagai mahasiswa, saya amat suka membeli dan membaca buku, baik yang berhubungan dengan mata kuliah, maupun buku-buku yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan perkuliahan. Misalnya, buku telepati atau buku-buku ilmu hikmah.

Salah satu kitab ilmu hikmah yang penulis baca dan amalkan adalah Kitab Mujarabat. Saya pernah mengamalkan membaca surah Al-Ikhlas disertai puasa mutih agar bisa bertemu dengan khodamnya yang bernama Syekh Abdul Wahid, namun saya tidak berhasil untuk bertemu dengan khodam tersebut.

Kemudian saya coba mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi sebanyak 160 kali. Apa yang terjadi?

Menurut petunjuk kitab Mujarabat tersebut, jika Anda ingin bertemu dengan ruh diri Anda sendiri, atau ruh orang lain, maka bacalah 4 ayat terakhir surat Al-Kahfi sebanyak 160x. Diceritakan bahwa amalan ini pernah diamalkan oleh seseorang di dalam penjara di zaman Belanda.

Pada waktu tengah malam, orang tersebut didatangi oleh ruh dirinya sendiri yang mengatakan bahwa dia sebentar lagi akan dibebaskan dari penjara. Tidak lama kemudian, orang tersebut benar-benar dibebaskan dari penjara.

Cerita tersebut, sangat menarik minat saya untuk mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi. Waktu itu, kebetulan saya tinggal sendiri dikos-kosan. Dengan demikian saya bisa membuat persiapan yang dibutuhkan dengan matang. Seperti menyediakan hio cap buah Tao, serta puasa hari kamis. Malam Jum’atnya, barulah saya membaca amalan tersebut di atas susuai dengan petunjuk yang ada dalam Mujarobat.

Ternyata, butuh waktu berjam-jam untuk menyelesaikan amalan tersebut. Namun, Alhamdulillah, penulis berhasil menyelesaikannya dengan baik. Setelah itu, saya membakar hio kemudian berbaring di atas dipan. Posisi tubuh telentang dengan kedua tangan disedekapkan di dada seperti orang shalat sambil berdzikir.

Sebenarnya, tuntunan dzikir seperti ini tidak ada didalam kitab tersebut. Hal ini saya lakukan atas inisiatif sendiri.

Ketika berdzikir “Khafi Allah…Allah,” penulis merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa sampai suatu ketika, saya dikejutkan oleh kehadiran anak-anak kecil berusia lima tahunan. Mereka melempari tubuh penulis dengan bola-bola tenis.

Penulis jadi terusik dengan kehadiran mereka. Kemudian saya bangun untuk mengusir mereka. Namun apa yang terjadi? Ketika saya bangkit, ternyata penulis dapat meninggalkan tubuh sendiri yang telentang di atas dipan. Anehnya, hal yang musykil ini tidak sempat saya pikirkan. Penulis malah langsung mengusir anak-anak tersebut hingga akhirnya mereka menghilang. Setelah itu, saya terjalan kembali lagi ke tubuh semula yang masih terbaring di atas dipan.

Setelah sadar dengan pengalaman tersebut, saya bertambah yakin dengan kebenaran petunjuk di dalam kitab. Karena itulah, pengalaman pertama melihat ruh diri sendiri di malam Jum’at tersebut, membuat penulis ingin mengulanginya kembali.

Sama seperti malam Jum’at sebelumnya, kali ini pun saya melakukan prosesi yang serupa. Hingga sampailah ketika saya sedang asyik dengan dzikiran, tiba-tiba saya dikagetkan dengan kemunculan orang-orang tinggi besar.

Ya, tinggi badan orang-orang itu dari lantai sampai flafon. Tubuhnya yang tinggi besar ditumbuhi oleh bulu-bulu hitam pekat. Tubuh mereka juga hanya dibungkus dengan cawat putih, dengan mata sebesar bola pingpong berwarna merah.

Mereka melempari penulis dengan obor-obor yang menyala. Dalam hati penulis berpikir, “Pasti mereka adalah orang tua dari anak-anak yang malam Jum’at sebelumnya menggangguku. Tentu orang tua mereka menuntut balas padaku!”

Tanpa rasa takut walau sedikitpun, penulis bangkit dari tidur. Aneh, sama seperti kejadian sebelumnya, tubuh penulis ketinggalan di atas dipan. Namun saya tidak menghiraukan hal tersebut. Dengan gigih saya membalas serangan mereka dengan menangkap lemparan obor-obor mereka. Setelah berhasil saya tangkap, kemudian penulis lempar lagi ke arah mereka.

Namun mereka begitu tangguh. Buktinya, mereka selalu bisa menghindari lemparan penulis. Hingga, pada lemparan terakhir, penulis membaca ayat Qursyi. Kemudian melempar obor api itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, terdengar lengkingan panjang. Merekapun menghilang.

Begitulah yang penulis alami. Subhanallah!

Setelah mengalami dua kali kejadian tersebut, maka pada malam Jum’at berikutnya, penulis mengulang lagi amalan tersebut diatas. Namun kejadian kali ini sungguh luar biasa bagi penulis yang waktu itu belum pernah berguru pada seseorang, sehingga tidak mengerti kejadian apa yang sedang penulis alami.

Pada malam kejadian tersebut, saya merasakan tubuh saya dapat naik dan berputar-putar seperti spirial. Pertama menembus atap rumah. Saya tentu kaget bukan kepalang. Terlebih saat menengok ke bawah, maka saya dapat melihat tubuh sendiri yang masih telentang dengan posisi tangan bersedekap seperti orang shalat.

Tubuh penulis terus naik dengan kecepatan yang tinggi. Tetapi di saat yang sama ada kenikmatan luar biasa yang belum pernah penulis rasakan seumur hidup. Dalam kenikmatan tersebut, penulis sempat melewati bintang-bintang dengan aneka warna yang sangat indah. Setelah itu, barulah penulis ingat akan tubuhku yang masih tertinggal di bumi, tepatnya di atas dipan.

Lalu membatin, “Pastilah saya sedang dalam perjalanan menuju ke alam kematian. Alangkah enaknya jika saya mati seperti ini. Karena menurut cerita, kalau orang mau mati, sakitnya luar biasa sewaktu ruhnya mau keluar dari raga. Tetapi yang saya rasakan adalah sebaliknya, kenikmatan yang luar biasa.”

Dalam perjalanan melewati bintang-bintang kali ini, penulis teringat kedua orangtua. Mereka mengharapkan saya bisa menjadi sarjana. Tidak sebagaimana saudara-saudara penulis yang kuliahnya berhenti di tengah jalan. “Lantas, kalau aku mati, pupuslah harapan mereka!” Batin penulis. Karena itulah dalam seketika muncul keinginan tidak mau mati saat itu. Ya, penulis ingin kembali ke dunia!

Seketika, saya terhempas ke bumi. Tubuh ini sampai terlonjak. Saya pun lalu menangis tanpa tahu sebabnya. Untuk meredam tangis agar tidak didengar oleh para tetangga, maka saya pun menutup mulut dengan bantal.

Sejak kejadian tersebut, saya tidak berani lagi mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi tersebut. Mengapa? Sebab saya sangat takut tidak bisa kembali lagi dan mati, untuk kemudian dikubur. Padahal bisa jadi, saat itu saya belum semestinya mati.

Beberapa tahun kemudian, saya sempat bertemu dengan seorang yang ahli dalam ilmu Hikmah. Ternyata, menurut H. Hasyim, salah seorang berderajat Waliyullah yang kebetulan bertemu dengan penulis di kampung Karang Tengah, Martapura, Kalimantan Selatan, menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian yang saya alami itu bukan menuju alam kematian, tetapi menuju suatu tempat dimana di tempat tersebut penulis akan diajarkan ilmu laduni.

Sedangkan guru spiritual penulis mengatakan, bahwa orang yang mengamalkan 4 ayat terkahir surah Al-Kahfi, ruhnya akan menjadi ringan. Tapi orang yang mengamalkan 4 ayat itu, sebelumnya harus mempunyai pagaran badan yang kuat agar tidak diganggu makhluk gaib sewaktu ruh atau sukmanya meninggalkan badan.

Oleh guru spiritual ini, saya diminta untuk tidak melakukan meraga sukma untuk beberapa waktu. Penulis diberi amalan untuk membuat pagaran badan agar kalau sedang meraga sukma tidak akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Amalan untu pagaran badan ini berupa puasa selama 7 hari, serta wirid selama 7 malam berturut-turut.

Ahamdulillah, setelah selesai menjalani ritual pagaran badan, penulis diajak meraga sukma oleh guru. Setelah itu penulis dengan mudah melakukan meraga sukma berkat mengamalkan 4 ayat terakhir surah Al-Kahfi.

Demikian pengalaman sejati yang telah saya lakoni sendiri. Semoga ada hikmahnya. Pesan saya, jangan sekali-kali mendalami ilmu gaib tanpa bimbingan seorang guru, sebab bisa fatal akibatnya.

Dari @ Lendl

sumber : sini

Kita kembali pada penghormatan leluhur dan elmu leluhur karena

leluhur kita itu toto, titi, gemi, nastiti, ati-ati.

Kita harus menghormati leluhur walaupun berbeda agama dan tidak benar

kalau leluhur kita menganut Animisme.

Saat ini kita harus kembali kepada Pusaka Leluhur dimana pusaka

leluhur ada 2 macam :

1. Wujud : Tosan aji.

2. Tidak Wujud : Ajaran.

Meremehkan pusaka berarti meremehkan leluhur kita karena pusaka

dibuat oleh beliau-beliau. Pusaka membuka rahasia-rahasia alam.

Keris jumlahnya banyak sekali karena sesuai dengan rahasia alam

dengan frekwensi-frekwensinya.

Leluhur membuat keris dengan frekwensi-frekwensi umum sesuai dengan

yang dibutuh-kan untuk menaikkan derajadnya.

Kitab-kitab suci harus dijabarkan untuk mendapatkan apa yang tersirat

demikian juga pusaka harus dijabarkan.

Zat-zat di dalam tubuh yang dapat diolah oleh pusaka :

- Astral Magnetisme.

- Kriya Sakti.

- Kundalini.

- Rahsa.

- Roh.

- Bayu.

Ketinggian bangunan bisa mempengaruhi seseorang untuk dapat terolah.

Antara manusia dengan keris terjadi hubungan tarik-menarik :

- Mula-mula tingkat daya pada manusia ada di bawah daya keris.

- Daya pada manusia ditarik / diangkat oleh daya keris.

Manusia dalam keadaan diolah oleh keris.

- Daya pada manusia setingkat dengan daya keris.

Manusia sudah menyatu dengan keris.

- Daya pada manusia berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari

daya keris.

- Daya pada keris ditarik / diangkat naik bersama-sama dengan daya

pada manusia ke udara.

Daya keris diudarakan oleh manusia.

Sebaiknya supaya tidak mempunyai ambisi di dalam memiliki pusaka.

Pusaka (dan juga batu) dayanya cocok-cocokan dengan seseorang.

Hal semacam ini termasuk dalam Cakra Manggilingan.

Kalau dulu pusaka itu miliknya / buatan leluhurnya / milik leluhurnya

maka sekarang akan menjadi miliknya lagi.

Orang lain mencari (ingin mendapatkan) pusaka itu tidak mendapatkan,

tetapi orang ini tidak mencari malah mendapatkan pusaka itu.

Jika ada pusaka di dalam keluarga maka harus dikuasai benar dan

dipesankan kepada keturunan bahwa nantinya akan mengalami hal-hal

yang tidak wajar supaya keturunan nantinya tidak menjadi bingung dan

tidak tahu harus bertanya kemana.

Jika seorang diberi pusaka pertama kali biasanya pusaka akan diganti-

ganti,sampai pada suatu saat pusaka yang diberikan adalah pusaka

tetap artinya dia sudah kuat oleh daya pusaka tersebut yang isinya

semua daya-daya dari pusaka-pusaka sebelumnya ada pada pusaka yang

ampuh tersebut.

Pusaka yang sudah menyatu atau manunggal dengan badan halus manusia,

maka pusaka itu apabila hilang akan dapat kembali lagi bersamaan

dengan pijaran sinar di dekat jantung. Dan jika orang tersebut

meninggal dunia maka bersamaan dengan itu ujung pusaka tersebut lepas

menembus rangkanya. Orang yang sudah manunggal dengan pusaka biasanya

hanya mempunyai satu pusaka itu saja.

Jika suatu pusaka sudah menyatu dengan sesorang maka daya pusaka itu

sudah ada di badan orang tersebut (sudah terolah sehingga mempunyai

daya pusaka tersebut), tanpa adanya pusaka tersebut maka badan orang

tersebut bisa memancarkan daya seperti daya pusaka tersebut.

Di dalam menghunus pusaka hendaknya harus terhunus seluruhnya, jika

seandainya terbuka hanya setengah lalu dimasukkan kembali maka

apabila kita membatin / berjanji akan tertulis seperti apa yang telah

ditetapkan.

Bila sedang menghunus pusaka dan gerak dari pusaka tersebut mengarah

kebawah itu tandanya adalah putusan sesuai dengan apa yang dimohon.

Memandikan Pusaka :

Dengan campuran : air nanas (2) dan air kelapa (1). Setelah karat

bersih lalu dibersihkan dengan air kemudian diangin-anginkan

(dikeringkan tanpa dilap dan jangan terkena sinar matahari langsung),

terakhir setelah kering diberi minyak wangi melati atau apa saja

(mawar, cempaka, dll).

Waktu yang baik untu pembersihan pusaka: Boleh pada bulan Suro atau

bulan Maulud, didalam bulan Suro sebaiknya setelah hari ke sepuluh

karena dari tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro, pusaka Keraton Yogya

dan Solo sedang dimandikan dan dikhawatirkan terjadi benturan daya.

Pengolahan pusaka : 1 set.

* Bagian kiri (cakra X) :

- Getaran masuk dari sebelah kiri badan.

- Menerima kuliah.

- Ilmunya Syeh Maulana Magribhi.

* Bagian kanan (cakra XI) :

- Getaran masuk dari sebelah kanan badan.

- Wisuda tapi belum skop luas.

- Ilmunya Syeh Abdul Kadir Jaelani.

* Bagian tengah (cakra VII) :

- Getaran masuk dari bagian tengah badan.

- Sudah bisa mengobati dan mendayagunakan daya dari alam/jagad.

- Ilmunya Syeh Jumadil Qubro. Jumadil Qubro = Jumbuh Karo

Adiling Jagad = Ketemu dengan adilnya jagad. Qubro = Jagad.

Arti dari pada angka (daya yang berlaku dan luk pada pusaka) :

1 = Manusia.

2 = Manunggaling Kawulo Gusti.

3 = Allah, Muhammad, Rasullullah = Bapa, Putera, Roh Kudus.

= Sang Hyang Nur Cahyo, Pikulun Podo Wenang, Ismoyo

(Jinangkungan).

4 = Nafsu-nafsu manusia.

5 = Utusan (Honocoroko).

6 = Nentoake (Menentukan / Menetapkan).

7 = Pitulungan (Pertolongan).

8 = Turunnya Mahkuto Romo.

9 = Wali Songo (Ilmu Tuhan).

0 = Makrifatullah.

10 = Manusia yang mendekatkan diri ke Tuhan (Tuhan Sendiri).

11 = Manusia dengan Tuhannya (Dhat / Atom Allah).

12 = Apostle (Pengikut / Murid Kristus).

Contoh :

Luk 25 artinya : 2 = Manunggaling Kawulo Gusti, 5 = Utusan.

Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar

menjadi utusan

Arti angka pada badan manusia (bagian yang mengalami pengolahan) :

1 = Daerah Sex.?

2 = Pusar.?

3 = Solar Plexus.?

4 = Ulu Hati.?

5 = Bahu Kiri Kanan.?

6 = Punuk.?

7 = Leher.?

8 = Kepala.

9 = Jantung.

Contoh :

Wahyu Makuto Romo kodenya angka 8, 8 = angka kepala.

Jadi untuk mendapatkan Wahyu Makuto Romo maka bagian badan yang

terolah adalah kepala.

Luk 25 artinya : 2 : Manunggaling Kawulo Gusti.

5 : Utusan.

Jadi luk 25 artinya manunggaling kawulo gusti, dhat diolah agar

menjadi utusan, dayanya : jika kita semedi maka para malaikat akan

turun dan beliaupun akan turun.

Luk 17 artinya : 1 : Manusia.

7 : Langit-langit

Jadi luk 17 artinya kontak dengan para leluhur dari lapisan-lapisan

langit.

Luk 12 artinya mengolah manusia dari sifat 12 apostle untuk menjadi

pengikut Kristus yang sejati (Podo Wenang), berjalan di jalan yang

lurus (12 sifat manusia yang seperti 12 apostle akan diluruskan)

Luk 5 mengolah manusia menjadi utusan yaitu menjadi manusia yang

relnya lurus di jalan Allah (moral, mental, watak, sifat, perilaku,

spiritual dan pembawaan yang terpuji).

Khodam adalah isi keris, bukan daya dari keris.

Tingkat dasar seseorang bisa mengetahui isi keris, syaratnya orang

tersebut sudah terbuka Shadiqul Wa’dnya (Atom yang tak pernah ingkar)

sehingga bisa mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya.

Apabila orang-orang banyak mengetahui daya dari pusaka-pusaka maka

dikhawatirkan akan mengakibatkan pencurian pusaka-pusaka.

Pusaka-pusaka ada yang mempunyai hubungan gaib dengan suatu wilayah

tertentu, misalnya : Pusaka A hubungan gaibnya dengan gaib dari

Srandil.

Jika 2 pusaka dikatakan bertemu (pertemuan pusaka) maka itu bisa

berarti pertemuan :

1. Antar isi pusaka (daya pusaka).

2. Antar gaib-gaib yang ada hubungannya dengan pusaka-pusaka

tersebut.

Pusaka dan sesaji merupakan sarana untuk berdialog dengan Tuhan dan

berhubungan dengan leluhur.

Manusia harus memakai sarana (kecuali dalam keadaan terpaksa /

darurat) untuk menjaga jangan sampai manusia merasa seperti Tuhan

(manusia itu kuasa tetapi tidak maha kuasa).

Tanpa sarana pasti kodenya salib, orang digerakkan dalam cross

position.

Jangan sengaja mendatangkan leluhur (ilmu menghadirkan itu dilarang

agama) karena bisa ada jin / roh halus yang mengaku leluhur kita.

Leluhur hadir tanpa kita menghadirkan dengan sengaja adalah hak

Tuhan. Leluhur yang sudah di sisi Allah dikirim oleh Tuhan sebagai

malaikat untuk kita (dari leluhur kita sendiri).

Mengetahui daya pusaka jika kita sedang kontak :

1. Tulang iga sebelah kiri kita hidup artinya kita kontak dengan

Beliau perempuan.

2. Tulang iga sebelah kanan kita hidup artinya kita kontak dengan

Beliau laki-laki.

Kode-kode penglihatan :

- Segitiga : Bagian jantung diolah secara spritual.

- Roda : Cokro Manggilingan (perjalanan hidup manusia).

- Bintang Lima : Petunjuk Tuhan (Surat An Najm).

Ada pusaka yang scopenya Jagad karena pusaka tersebut mengolah Atman.

Pusaka itu mengolah manusia menjadi manusia An Naas sehingga manusia

itu bisa memancarkan Atman yang bisa menembus apapun sehingga bisa

mempengaruhi jagad. Daya dengan skope jagad keluar dari Cakra 7

(Cakra Mahkota). Daya dengan skope semesta keluar dari Cakra 10 dan 11 (Cakra-cakra Bahu Kiri dan Kanan).

Keris Majapahit umumnya tarikan vertikalnya tinggi. Ada pamor

Ratuning Keris dan Pendetaning Keris, kedudukannya lebih tinggi

Pendetaning Keris dari pada Ratuning Keris.

Pusaka dapat menunjuk surat dari al Qur’an atau al kitab dengan makna

dan bimbingan dimaksud untuk manusia.

Apabila pusaka di dalam dayanya menunjuk surat As Shaad, maka

pengolahannya ada pada jantung dan sudah pasti levelnya tinggi.

Karena dijantung terletak AKU sebagai zat Tuhan.

Pusaka putih :

- Pusaka putih licin disebut Panditone Pusaka.

- Pusaka putih kasar.

Pusaka tanpa pamor :

- Pusaka yang besinya hitam tidak ada pamornya dayanya adalah

kuasa / kekuasaan.

- Pusaka yang besinya putih tidak ada pamornya dayanya adalah

sifat putih.

Pusaka dengan besi kemerah-merahan / merah bata (Tosan Malik / Besi

Melik) biasanya untuk santet dan untuk pertempuran. Sarananya dengan

menggunakan serbuk besi. Pusaka ini bagus untuk bentengan, bisa

Tumpes Sak Turunan (Tumpas Satu Turunan).

Pusaka ini berdaya Olo Biso Becik Biso (Jahat bisa baik bisa) tanpa

perlu sambatan, tanpa pamor juga berdaya bagus.

Pusaka Wrani : Keris yang terdiri dari campuran besi dengan lumpur

yang bisa berakibat kulit gatal-gatal, dapat membuat kulit dan daging

dapat busuk, jika kena anginnya saja dapat berakibat kulit dan daging

buduk.

Pusaka dari bahan Meteor tarikan vertikalnya tinggi, dayanya

Hangliputing Jagad (meliputi dunia).

Pusaka pamor Tiban sifat vertikalnya tinggi sekali yaitu sifat Wahyu.

Pusaka-pusaka yang bisa menghidupkan / menggerakkan / mengudarakan

pusaka-pusaka lainnya :

- Keris Oumyang Majapahit.

- Keris Sangkelat.

- Keris Nogo Balik.

Pusaka pamor inti biasanya dayanya khusus (1 daya), tetapi ada juga

pusaka dengan pamor inti yang isinya 4 daya.

Pusaka dengan pamor inti ini harus diukup tiap-tiap Jumat Legi /

Kliwon supaya jika kita sedang dalam bahaya maka isi dari pusaka

tersebut (keluar seperti orang / manusia) akan masuk ke dalam badan

kita untuk membentengi kita dari bahaya (misalnya jika kita mau

diracun orang).Contoh pamor inti : pamor Gambar Sunyo.

Pusaka-pusaka yang sifatnya menetralisir dan bentengan harus sering-

sering diberi minyak wangi (melati dll) untuk membersihkan dari daya-

daya yang disedotnya.

Sebelum 4 Mpu dari Jawa Barat datang ke Jawa Timur, di Jawa Timur ada

Mpu Pitrang dan Mpu Gandring.

Selain dibuat ke 2 Mpu tadi keris-keris Majapahit dibuat oleh resi-

resi dimana keris buatan mereka pamornya tidak jelas.

Empu Keleng didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas pada pamor

dengan gambar binatang.

Ornamen pada keris :

- Harimau : lambang kekuasaan.

- Harimau duduk : menjaga.

- Harimau berdiri : kuasa tetapi pasrah pada Allah.

- Burung Hong (Phoenix) : lambang rejeki.

- Padi : lambang kelurusan dan rejeki.

- Naga horizontal : daya pusaka masuk ke dalam tubuh manusia.

- Gajah adalah lambang jalan lurus (gajah jika berjalan selalu

lurus ke depan, tidak berbelok).

- Kuda laut adalah lambang menegakkan kelurusan (kuda laut selalu

berenang tegak, tidak rebah seperti ikan)

- Kalajengking / Scorpio adalah lambang bila ilmunya lurus maka

akan selamat tetapi bila tidak lurus maka akan buruk akibatnya

(jika kalajengking ekornya lurus tidak berbahaya, tetapi jika

ekornya melengkung / tidak lurus maka bisa menyengat / terkena

racun).

Empu Ki Kuwung didalam membuat pusaka mempunyai ciri khas memasukkan

sabda Beliau : Sopo Sing Kanggonan, Sesok Uripe Kan Raharjo (Siapa

ketempatan pusaka ini (pusaka Ki Kuwung) hidupnya akan sejahtera).

Cirinya : Kerisnya agak lebar dan di pejetannya ada ciri khasnya.

Orang yang masih senang dengan sifat duniawi disebut “Gandrung”,

tetapi orang yang mempunyai sifat vertikal (keTuhanan) yang sangat

tinggi disebut “Gandring”. Oleh karena itu pusaka Mpu Gandring sangat

ampuh.

Kayu Tumongo (Timoho) yang rupanya asli belang-belang dipakai untuk

warangka dan pegangan keris

yang tua, sifat vertikal tinggi.

Pusaka Kerajaan Kahuripan (Jawa Timur).

Pusaka kerajaan Kahuripan (Jawa Timur) ada 2 :

1. Pusaka Erlangga (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja

pribadi)

2. Pusaka Dewi Sekar Taji (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Erlangga.

Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Dewi Sekar Taji.

Pusaka Dewi Sekar Taji luk 10 adalah pegangan wanita.

Sekar = Bunga. Ta = Tesing Gusti = Atom Allah.Ji = Aji.

Pusaka Kerajaan Pajajaran (Jawa Barat).

Pusaka kerajaan Pajajaran (Jawa Barat) ada 2 :

1. Pusaka Singa Putih (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka

raja pribadi)

2. Pusaka Manglar Mongo (Pusaka II / Pusaka kerajaan)

Pusaka Singa Putih.

Adalah Pusaka pegangan raja / pusaka raja pribadi.

Pusaka Manglarmongo.

Punya pengaruh di jantung, orang yang memegang pusaka ini harus putih.

Manglar : Mengembang / meluaskan sayap.

Mongo : singkatan dari Mo – Go – Bo – To – Ngo, yaitu mematikan hawa

nafsu / teguh dalam iman.

Manglar Mongo : Meluaskan sayap tetapi teguh dalam iman.

Gajah : Kelurusan.

Gajah Mongo : Lurus dalam iman (teguh).

Ada keris pamor Naga Manglar Mongo dan Ganesha Manglar Mongo.

Cakra mahkota (cakra VII) kalau disamakan dengan keris pamornya

Manglarmongo dengan gambaran burung garuda yang mengembangkan

sayapnya dengan lebar.

Maksudnya adalah : Mongo = cakra VII, Manglar = menjangkau dengan

luas. Daya yang skopenya Jagad keluar dari Cakra Mahkota.

Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Manglar Mongo.

Daya yang skopenya Semesta tapi belum jagad keluar dari Cakra-Cakra

Bahu (Cakra 10 dan 11).

Contohnya : Daya yang diolah oleh pusaka Wahyu / Wali Songo untuk

menggerakkan Gaib-gaib kenegaraan se Indonesia.

Pusaka Kerajaan Majapahit (Jawa Timur).

Pusaka kerajaan Majapahit (Jawa Timur) ada 2 :

1. Pusaka Sangkelat (Pusaka I / Pusaka pegangan raja / pusaka raja

pribadi).

2. Pusaka Condong Campur (Pusaka II / Pusaka kerajaan).

Pusaka Sangkelat.

Sangkelat : Sang Komo Lati = Hayat hidup diucapkan jadi.

Sang = Sifat tinggi.

Komo = Hayat hidup.

Lati = Ucapan.

Sifatnya tidak ingin diungguli / diserang oleh pusaka-pusaka lainnya

(kedudukan-nya sangat tinggi : sifatnya diatas pamor pusaka lainnya.

(Zaman Majapahit) ).

Mpu Supo Sepuh adalah pembuat pusaka Sangkelat.

Pusaka Sangkelat adalah pusaka Raja Majapahit sejak Raja Raden Wijaya.

Dayanya semua daya dari pamor-pamor yang ada pada pusaka-pusaka baik

pamor inti maupun pamor campur ada di pusaka Sangkelat (pusakanya /

pegangan Raja).

Dalam riwayat pusaka Sangkelat pernah lepas dari rangkanya dan

bertarung diudara dengan pusaka lainnya yang menyerang. Prabu

Brawijaya tidak dapat menurunkan pusaka tersebut dari udara, maka

dipanggillah Mpu Supo untuk menurunkan pusaka tersebut. Mpu Supo

dengan menggunakan Pusaka Condong Campur akhirnya dapat menu-runkan

pusaka-pusaka yang sedang bertarung tersebut ke bawah.

Pusaka Condong Campur.

Condong campur maksudnya campur dengan aspirasi rakyat.

Istilahnya seluruh daya dari pusaka-pusaka menjadi campur.

Sifatnya menetralisir pusaka-pusaka lain yang berlawanan sehingga

tidak terjadi benturan-benturan / perang antar pusaka (Dibuat oleh

Mpu Supo). Condong Campur adalah pusaka untuk kewibawaan dalam

wilayah, berwibawa terhadap rakyat. Pusaka ini adalah pusaka zaman

Majapahit yaitu pusaka kerajaan / negara.

Pada zaman Islam pusaka raja adalah pusaka Nogo Sosro Sabuk Inten.

Sifatnya membentuk kejiwaan raja dan kesaktian.

Dibuat oleh Mpu Supo Gati (adik dari Mpu Supo Sepuh).

Nogo Sosro = Sejuta Nur Gaib.

Dalam Agama Budha daya pusaka Nogo Sosro ini sama dengan Sejuta Budha.

Pusaka Pengayom / Pelindung Nuswantara Pada Zaman Majapahit.

Pusaka pengayom / pelindung Nuswantara pada zaman Majapahit :

1. Pusaka Oumyang Majapahit.

2. Pusaka Sabdo Palon (SP).

Pasangan / Gandengan pusaka Oumyang Majapahit adalah pusaka Sabdo

Palon (SP). Pusaka Oumyang Majapahit tanpa pusaka Sabdo Palon (SP)

akan pincang.

Pusaka Oumyang Majapahit.

Oumyang = Yang Maha Tinggi.

= Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala kekuasaan dan kuasa

atas segala kekayaan. Enersi yang maha tinggi bersifat

keTuhanan.

Menurut Buku Keris, Pamor Oumyang Majapahit adalah pamor Pakar (orang

yang ahli / keahlian), diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh

(Sebanyak / sesakti apapun musuhnya kalah / habis semua).

Daya pusaka Oumyang Majapahit (dari pamor Pakar) :

1. Kuat angkat junjung drjad. Kuat junjung drjad :

- Kuat junjung orang dari kegelapan.

- Kuat junjung derajad orang.

- Kuat menyembuhkan keadaan yang sakit (perlu pusaka skope

jagad). Kuat angkat junjung berarti kuat angkat orang /

bangsa dari kegelapan. Sebelum dijunjung, orang / bangsa

harus diangkat dari kegelapan. Caranya dengan : Angleledo,

Bejane sing dipunduti candrane kahening siro

sedoyo. –> Ciri Satrio Piningit.

Angleledo = menyamarkan / menggoda.

Dipunduti = sepertinya diminta untuk memenuhi suatu

persyaratan agar hidupnya terangkat.

Semua kegelapan manusia bersumber dari Amarah (tetapi

Amarah ini banyak kawannya), jika kita bisa mengendalikan

Amarah maka akan bisa mengawali dan bisa mengakhiri

sehingga bisa menggarisbawahi cukup sampai disini (seperti

Aku – kembali kepada Tuhan).

2. Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak/sesakti apapun musuhnya

kalah/habis semua). Sesakti apapun musuhnya jika dihidupkan

Akunya tidak akan berdaya.

3. Ojo pisan-pisan siro kumawani,sing wani yen ora loro yo edan

(Jangan sekali-kali terlalu berani (anggap remeh), jika

berani akan sakit atau gila.

Isinya : Wanita (wadah suci) Lambang Isi Oumyang Majapahit :

Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala

kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).

Karena semuanya ada disitu maka Tuhan-Tuhan Kecil akan pergi, roh-roh

halus sesakti apapun tidak berani (seperti Lengkung Kusumo).

Tuhan kecil –> membuat nafsu menjadi dayanya –> daya mistik.

Surat yang ditunjuk :

1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan). –> Alif.

2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka). –> Lam.

3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan). –> Mim.

Ujian dari pusaka Oumyang Majapahit adalah membawakan sifat cinta

kasih (sifat pemurah, pengasih dan penyayang).

Pengaruh Oumyang Majapahit :

- Dilayani / diladeni orang-orang.

- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus

menghentikan tapanya (harus selesai).

Daya pada orang yang menyatu dengan Oumyang Majapahit :

1. Tidak ada yang tersembunyi.

2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah terbentang

(diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa melepaskannya) jika

orangnya sudah keterlaluan. Oumyang Majapahit warangkanya harus

diberi selongsong emas (lambang kemuliaan).

Pusaka Oumyang Majapahit sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan orang

diajak untuk marifat. Oumyang Majapahit adalah sumber elmu.

Sifat dayanya adalah kuasa ilmu dan mengajak orang untuk marifat. Dan

siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani untuk diajak

marifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.

Bila seseorang yang masih menggunakan nafsunya maka dia tidak akan

kuat atau tidak tahan jika dia datang ke Tebet karena mau tidak mau

dia akan terolah dengan Pusaka Oumyang Majapahit.

Selama orang masih menganut ilmu yang sifatnya kesaktian atau yang

sifatnya mistik maka bila orang itu ke Tebet akan berakibat ilmu

tersebut akan Badar (hapus).

Bagi yang datang ke Tebet sadar atau tidak sadar akan ditempelkan

Condronya Beliau melalui Pusaka Oumyang Majapahitnya, oleh karena itu

jika kita dipernahake (dinasehati) oleh Bapak maka kita harus menurut

dan mengerjakan apa yang diminta.

Didalam pengolahan terhadap Pusaka Oumyang Majapahit maka akan

terdapat istilah : Yen Lakumu Lan Sowanmu Ketompo, Sak Penjaluke Ing

Roso Katekan, maksudnya adalah asalkan laku / amalanmu dan

kedatanganmu diterima maka bila melaksanakan suatu permohonan dengan

membatin di dalam hati, maka permohonannya akan sampai.

Rahasia dari Pusaka Oumyang Majapahit adalah dapat menghidupkan /

mengudarakan pusaka-pusaka yang lainnya.

Pusaka Oumyang Majapahit mengolah manusia untuk ditingkatkan

spiritualnya tingkat demi tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal

Mustaqiim sampai Alam Lahut yang menghasilkan daya Sastro Jendro Hayu

Ningrat Pangruwating Diyu artinya manusianya bisa mempunyai daya

Ngudari Benang Ruwet (menguraikan masalah).

Oumyang Majapahit itu pengolahannya pada Aku (Gaib Tuhan sendiri)

yaitu Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Awal dan Yang Akhir

(Dalam Al Kitab : Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang

Akhir, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan dan Aku akan datang

sebagai Manusia untuk menghakimi).

Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa Yakuun.

Karena pengolahannya pada Aku maka jika Oumyang Majapahit dihunus

akan berdaya untuk menghidupkan dan mematikan sesuatu, mengawali dan

mengakhiri sesuatu sehingga tidak boleh dihunus secara sembarangan

(diistilahkan : Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe = Harus ada yang

dikerjakan).

Jadi bila terpaksa dihunus harus ditentukan tujuannya :

- Yen arep nguripke, nguripke opo / sopo.

- Yen arep mateni, mateni opo / sopo.

- Yen arep ngawali, ngawali opo.

- Yen arep ngakhiri, ngakhiri opo.

(Jika ingin menghidupkan, menghidupkan apa / siapa)

(Jika ingin mematikan, mematikan apa / siapa)

(Jika ingin mengawali, mengawali apa)

(Jika ingin mengakhiri, mengakhiri apa)

Daya Oumyang Majapahit adalah daya Surat Adz Dzaariyaat : Kuasa

Mukjizat.

Pengolahan Oumyang Majapahit untuk mendapatkan Enersi Yang Maha

Tinggi sehingga bisa melepaskan manusia dari lepetan-lepetan / dosa

dalam waktu singkat.

Pusaka Oumyang Majapahit mengolah Enersi Yang Maha Tinggi pada diri

manusia sehingga:

- Bisa mengetahui daya-daya yang akan turun dari langit.

- Mempunyai firasat yang tinggi.

- Manusia yang memegang pusaka tersebut dapat terkabul

permohonannya (Sak Penjaluke Ing Roso Katekan).

Pusaka Oumyang Majapahit mengolah pada :

1. Mematikan nafsu darah (Wahyu Sastro Jendro Hayu Ningrat

Pangruwating Diyu).

Gunanya untuk mengangkat / melepaskan dosa-dosa kita / orang

lain akibat perbuatan hidupnya / dosanya sendiri.

Untuk memberikan terang kepada orang yang terkena elmu tidak

bisa dengan daya ini.

2. Mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha Gaib.

Dayanya mengangkat / melepaskan / memberikan terang kepada

kita/orang lain dari elmunya sendiri maupun diserang orang lain.

Bila sudah berhasil mendayagunakan Atom dari Energi Yang Maha

Gaib maka dapat disebut Marifat dari Marifatullah.

Oumyang Majapahit mengolah seseorang untuk menjadi marifat,

mengolah cakra 13 dan orang diajak supaya bisa mencapai nol /

kosong baik itu materi, fisik maupun rohani lalu dilewatkan

Jembatan Shiraathal Mustaqiim.

Bila lulus diolah pusaka ini maka mengenai rezeki dan lainnya

akan bagaikan air mengalir di sungai Kautsar asal hidupnya

harus lurus bagaikan relnya Al Qur’an. Oumyang Majapahit adalah

kuasa ilmu-ilmu gaib, bisa mengudarakan pusaka-pusaka lain.

Riwayat dari pusaka Oumyang Majapahit :

Dibuat oleh seorang Empu yang mana setelah pusaka itu jadi, Empu

tersebut takut bilamana pusaka ini jatuh atau ketempatan pada orang

yang salah. Lalu oleh Empu tersebut pusaka ini dibuang ke laut dengan

harapan suatu saat akan ada orang yang benar-benar cocok dan sanggup

akan ketempatan pusaka ini.

Pada suatu ketika ada seseorang nelayan melihat seorang putri

berteriak minta tolong di laut, lantas oleh nelayan tersebut putri

itu ditolongnya. Namun begitu dipegang oleh nelayan, putri terbut

berubah menjadi sebuah keris.

Pusaka ini konon oleh Paku Buwono X dicari–cari dengan mengadakan

sayembara karena Beliau mengetahui mengenai kedahsyatan dan kehebatan

dari pusaka ini. Dalam sayembara itu dikatakan bahwa tidak hanya

pusaka tersebut yang akan dirawat oleh Beliau tetapi juga orang yang

menemukannya / menyimpannya akan diboyong ke keraton untuk dijadikan

abdi dalem keraton karena Beliau sendiri merasa tidak kuat untuk

ketempatan pusaka tersebut akibat gawatnya daya dari pusaka tersebut.

Tetapi nelayan yang mendapatkannya tidak datang bahkan dicari ke

desanya tidak ketemu, menghilang bersama pusaka tersebut.

Pusaka ini didapatkan oleh Bapak Parwoto ketika bersama-sama tentara

Indonesia di jaman Jepang memasuki kantor tentara Jepang yang sudah

ditinggalkan. Saat itu sebagaimana lazimnya masa peperangan semua

besi-besi yang ada dirampas oleh tentara pendudukan dan dikumpulkan

untuk keperluan perang dalam hal ini termasuk juga pusaka-pusaka. Di

dalam kantor tentara Jepang itu ada banyak pusaka hasil rampasan

tentara Jepang (salah satunya adalah Oumyang Majapahit) yang kemudian

dibagi-bagi di antara tentara Indonesia. Bapak Parwoto mendapatkan

pusaka Oumyang Majapahit tanpa mengetahui pusaka apa itu sebenarnya

(tidak memilih secara sengaja). Pusaka Oumyang Majapahit ini baru

dikenali ketika akan diberi warangka, dibawa ke toko pembuat warangka

dan dikenali oleh pemilik toko tersebut.

Pusaka Sabdo Palon (SP).

Sabdo = Sabda, ucapan.

Palon = Panutaning Ngaurip = Tuntunan Hidup.

Sabdo Palon = Sabdo Panutaning Ngaurip.

Noyo = Wajah.

Genggong = Langgeng.

Noyo Genggong = Langgeng Sifate.

Sabdo Palon Noyo Genggong = Sabdo Panutaning Ngaurip Langgeng Sifate.

= Tuntunan Hidup Yang Bersifat Langgeng.

Yang dimaksud dengan Sabdo Palon Noyo Genggong adalah Ajaran-Ajaran

Yang Tersirat Dalam Kitab Suci (Al Qur’an, Al Kitab dll).

Dahulu Ajaran ini dikumpulkan berupa sebuah buku yang ditulis oleh

Beliau Wali X.Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-

Anak Kecil Bersayap.

Menurut buku keris, pamor pusaka SP adalah Pamor Ikar yang dayanya :

1. Wong Siji Biso Katon Sepuluh (Orang 1 bisa terlihat ada 10).

2. Biso Neka-ake Angin Prahoro (Bisa mendatangkan angin prahara).

3. Biso Anjagani Negoro (Bisa menjaga negara).

4. Sosok Kendit Mimang : Wong Sing Nduwe Karep Olo Bakal Bingung

(Bagaikan Kendit Mimang / Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat

akan bingung sendi-ri).

Pusaka SP mengolah pada Cahaya Cinta Kasih, syaratnya orang harus

mati nafsu da-gingnya (Kristus menebus dosa manusia dengan darahnya).

Lambang Isinya : Dia datang tanpa diduga, dia pergi tanpa diketahui

(Aku datang bagaikan pencuri dalam kelengahanmu).

Surat yang ditunjuk :

1. Surat Al Qiyamah (Kebangkitan). –> Alif.

2. Surat Al Furqan (Pembeda). –> Lam.

3. Surat Al Fajr (Terbit Fajar). –> Mim.

Menurut buku keris, bila SP dihunus : Bakal Nekano Angin Prohoro,

Wong-wong Sing Nang Duwur Sing Ora Bener Bakal Tibo (Akan

mendatangkan Angin Prahara (Adz Dzaariyaat), orang-orang yang di atas

(para pemimpin) yang tidak benar akan berjatuhan).

Daya pusaka ini :

1. Bisa memisahkan yang bathil dan yang benar.

2. Bisa melepaskan orang dan yang bersifat bathil dari kegelapan

supaya menda-pat terang.

3. Wus Biso Wulang Wuruk (Bisa mengajar / memberi keterangan

tentang hal-hal yang Wingit (tentang gaib)).

Pemegang pusaka SP mempunyai daya :

- Bagaikan Kendit Mimang (Akar Mimang) : Orang yang berniat jahat

akan bingung sendiri (terkena daya Surat Al Furqon).

Akar Mimang adalah akar yang melingkar-lingkar, bisa untuk

menangkal daya negatif.

- Daya Salib Penyembuhan (Karunia Rohul Kudus Kuasa Menyembuhkan).

Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat (Aku akan

datang sebagai manusia. Jika Tuhan hidup mendekat kepada anda, maka

bukan kebahagiaan dan kemuliaan yang datang tetapi justru cobaan dan

ujian yang berat ).

Walaupun cobaan dan ujian dari pusaka SP berat tetapi pusaka ini

mendatangkan Keadilan dan untuk menyelesaikan suatu persoalan

(menggaris bawahi sampai disini saja).

Pusaka ini tidak mau diberi emas, cukup Kayu Tumongo / Timoho (Aku

tidak butuh emas, kalau sampai pusaka ini minta diberi selongsong

emas maka habislah orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya

dengan tidak sah).

Kalau pusaka ini dipaksa masuk ke selongsong emas maka pusaka ini

akan keluar / naik dari warangkanya.

Umumnya Kayu Cendana, paling bagus di Kayu Gaharu tetapi berbahaya

untuk orang lain, cukup pegangan dan pendoknya saja, dayanya bagus.

Riwayat dari pusaka Sabdo Palon :

Tahun 1960 ada orang tua datang ke Pak Atmo menitipkan pusaka ini

dengan pesan bahwa isi dari pusaka ini ada di Jakarta / di Pak

Parwoto (Isinya datang) dan orangnya akan datang mengambil, lalu

orang tua itu pergi, dicari tidak ketemu (seperti menghilang).

Pusaka ini mendatangkan cobaan dan ujian hidup yang berat.

Tahun1967 ada cobaan dipundutnya putri kesayangan Beliau.

Tahun 1968 ada cobaan berat harta benda.

Tahun 1969 pusaka diambil oleh Pak Parwoto (Wadahnya dijemput).

Yang datang bersamaan dengan datangnya pusaka SP : Anak-Anak Kecil

Bersayap.

Tahun 1970 pada Malam Natal turun Cahaya Allah yang gambarannya

berupa Bunda Maria dan Yesus.

Pengertiannya adalah Bunda Maria = Wadah Suci & Yesus = Roh Kudus =

Roh Suci, berarti yang diterima Pak Parwoto hakekatnya adalah :

Sucikan wadah (badan) karena Roh Kudus akan masuk (akan memakai

wadah), dengan kata lain akan diolah untuk menerima Karunia Roh Kudus.

Berarti harus memelihara badan supaya selalu dalam kondisi siap

dipakai Tuhan sebagai wadah dengan cara :

- Merendahkan hati.

- Memelihara diri dari nafsu darah.

Tahun 2000 pusaka ini dengan pusaka Oumyang Majapahit keduanya

bersatu aktif dalam kenegaraan (bergerak minta diudarakan).

7.6 Perbedaan Antara Pusaka Oumyang Majapahit Dengan Pusaka Sabdo

Palon :

Pusaka Oumyang Majapahit :

1. Pamornya :

Pamor Pakar (orang yang ahli).

Diistilahkan : Sepiro musuhe kekes kabeh (Sebanyak / Sesakti

apapun musuh-nya habis semua).

2. Isinya :

Wanita (wadah suci).

3. Lambang Isinya :

Semuanya ada disitu (Yang Maha Kuasa : Kuasa atas segala

kekuasaan dan kuasa atas segala kekayaan).

4. Surat yang ditunjuk :

1. Surat Adz Dzaariyaat (Angin yang mencerai-beraikan).

2. Surat Al Ghaasyiyah (Hari selubung malapetaka).

3. Surat An Fushshilat (Yang dijelaskan).

5. Ujiannya :

Membawakan sifat cinta kasih (sifat pemurah, pengasih dan

penyayang).

6. Pengaruhnya :

- Dilayani / diladeni orang-orang.

- Jika orang sedang bertapa didatangi pusaka ini maka dia harus

menghentikan tapanya (harus selesai).

7. Pengolahannya :

- Mengolah manusia untuk ditingkatkan spiritualnya tingkat demi

tingkat dilewatkan Jembatan Shiraathal Mustaqiim sampai Alam

Lahut untuk mendapatkan Enersi Yang Maha Tinggi (Atom Yang

Maha Gaib –> Aku), sehingga punya daya Ngudari Benang Ruwet

(menyelesaikan masalah).

- Juga mengolah manusia untuk dapat mempunyai daya Kun Fa

Yakuun.

8. Dayanya :

Pemegang pusaka ini mempunyai daya :

1. Tidak ada yang tersembunyi.

2. Kata dari sana diucapkan maka akan seperti sajadah

terbentang (diberi selubung yang hanya orang itu yang bisa

melepaskannya) jika orangnya sudah keterlaluan.

9. Jika dihunus :

1. Kudu Ono Gawe / Kudu Entuk Gawe (Harus ada yang dikerjakan).

2. Siapa yang berani menghunus pusaka ini maka harus berani

untuk diajak ma’rifatullah dengan ilmu-ilmu gaib.

10. Warangkanya :

Pusaka ini warangkanya harus diberi selongsong emas (lambang

kemuliaan).

Dari @ Creatip

=======

Berikutnya perkenankan newbie share salah satu trik ‘CCPB trawangan’

Yang newbie maksud dengan CCPB trawangan adalah sebuah cara untuk mengetahui dan/atau mendapatkan jawaban atas suatu pertanyaan, tanpa tenaga kebatinan terawangan. Jadi? Jadi bisa dilakukan setiap orang

Untuk membedakan dengan ‘terawangan’, mudahnya newbie sebut saja ‘teropongan’

Bahan2: Cukup kedua tangan kita (tubuh kita)

1. Buat tanda ‘O’ dengan ibu jari dan jari telunjuk, dengan ringan. Jangan menggunakan tenaga besar.

2. Niatkan (afirmasi) dalam hati, bahwa semua jawaban positif (ya, baik, bagus, benar, dll) akan menyebabkan kedua jari (atau ring O) tidak dapat dipisahkan, akan menempel terus. Jawaban negatif (tidak, jahat, jelek, salah, dll) akan menyebabkan kedua jari dapat dipisahkan dengan mudah.

3. Dengan jari telunjuk tangan satu lagi, usahakan memisahkan kedua jari dengan ditarik tepat di titik pertemuan ibu jari dengan jari telunjuk

4. Sesuai dengan afirmasi dalam poin nomor 2, reaksinya akan berbeda2. Ada pertanyaan yang menyebabkan kedua jari tidak bisa dipisahkan, ada jg pertanyaan yang menyebabkan kedua jari mudah dipisahkan, seperti ini:

Kekurangannya adalah cara ini hanya dapat menjawab pertanyaan yang hanya ada 2 kemungkinan jawaban (benar-salah, baik-buruk, atas-bawah, dll).

Sama seperti post sebelumnya, akurasi cara ini tergantung pada kepekaan si pelakunya. Jadi sering2 digunakan dan dilatih, maka akan semakin akurat.

Latihan membuat sempurna

alah bisa karena biasa

Selamat mencoba.

dari @Lendl

sumber : sini

Sudah menjadi suratan alam, lelaki selalu ingin menunjukkan keperkasaannya di atas ranjang. Padahal, mereka tak punya waktu untuk menjadi perkasa secara alamiah…

Sebelum jenis obat keperkasaan menjamur seperi sekarang, nenek moyang kita telah melakukan olah batin untuk hal yang satu ini. Oleh karena itu jangan heran, pada zamannya, seorang raja memiliki lebih dari satu istri dan hidup bahagia serta perkasa hingga akhir hayatnya.

Sungguh beruntung, di tengah-tengan keadaan masyarakat yang menginginkan segala sesuatu yang serba instant, Penulis bertemu dengan Mas Tono. Dia adalah sahabat Penulis yang pernah mendapatkan ijazah Ajian Alugoro dan Ajian Pengiket Sukmo dari salah seorang spiritualis yang bermukim di bilangan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurutnya, Ajian Alugoro amat bermanfaat untuk urusan seks. Sementara itu, Ajian Pengiket Sukmo amat berguna untuk mengikat kesetiaan isteri agar dia tetap setia dan tidak berniat untuk memiliki PIL.

Bila Ajian Alugoro dibaca sebelum melakukan hubungan seksual, maka (konon) penis akan menguat bahkan membesar sebagaimana yang dikehendaki. Dengan kata lain, bagi yang sudah menguasainya, dijamin tidak akan pernah loyo walau tubuh sudah dimakan oleh usia.

Adapun laku ritualnya, adalah:

1. Melakukan puasa sunnah selama lima hari, dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Alugoro. Selama puasa, hanya boleh menyantap makanan kering yang tidak berkuah.

2. Puasa dijalankan tanpa putus. Dan usia mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian dibaca sebanyak empat puluh empat kali. Dan pada tengah malam, dirikan shalat hajat atau shalat tahajud guna mendapatkan ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini. Mantra cukup dibaca tiga kali saja.

3. Mantra yang harus dilafadzkan, adalah:

Bismillahirrahmannirrahim.

Bayu mulur, bayuku si sabdo geni,

Bayuku si sabdo joyo,

E … gedene sak lengenku,

Ramuh siro tangio.

4. Setelah puasa selesai, buatlah upacara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung ayam untuk dimakan bersama keluarga.

5. Pada saat hendak senggama, baca Shalawat Nabi tiga kali dan mantra cukup sekali, lalu, tiupkan pada penis. Dan ajian ini akan semakin menyatu bila seusai shalat Maghrib dan Subuh dibaca masing-masing tiga kali dalam satu tarukan nafas.

Sementara, ritual Ajian Pengiket Sukma adalah sebagai berikut:

1. Lakukan puasa sunnah selama tiga hari, yang dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Pengiket Sukma.

2. Puasa dijalankankan tanpa putus. Usai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian ini dibaca tiga puluh tiga kali. Dan pada tengah malam, dirikanlah shalat hajat atau tahajud guna memohon ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini dengan sebaik-baiknya.

3. Adapun mantra Ajian Pengiket Sukmo:

Bismillahirrahmannirrahim.

Idzkola Yusufi li aabadi inii,

Ro’aitu ahada asyara,

Kaukabau wasy syamsa wa ummi …,

Ro’aituhum lisaajidin.

4. Seusai puasa, buatlah acara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung seekor ayam untuk dimakan bersama keluarga.

5. Seyogyanya, ajian ini dibaca setelah ajian di atas diucapkan. Dan untuk menggunakan ajian ini cukup membaca shalawat nabi tiga kali dan manteranya sekali. Kemudian tiupkan pada penis. Ajian ini akan menyatu bila selalu dibaca tiap hari seusai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh sebanyak tiga kali dalam satu tarikan nafas.

Demikian dua ajian yang merupakan satu paket kesatuan tak terpisahkan untuk kelanggengan hidup berumah tangga. Semoga bermanfaat.

dari @ Rojokoyo

Mohon ijin para sesepuh…..

Mohon ijin Mas Semar…..

Berhubung masih dilocknya beberapa tread, bagi rekan-rekan yang kiranya sudi berbagi ilmu dengan anggota FS yang lainnya…bisa menggunakan tread ini. Siapa tau banyak rekan-rekan yang membutuhkannnya. selain juga memperkaya khasanah keilmuan Kejawen atau Islam Kejawen.

Jazakumulloh

Sekapur sirih tentang ilmu Jawa / Kejawen

Budaya masyarakat jawa sebelum islam datang yang memang menyukai kegiatan mistik dan melakukan ritual untuk mendapatkan kemampuan suparantural. Para pengembang ajaran islam di Pulau Jawa (Wali Songo) tidak menolak tradisi jawa tersebut, melainkan memanfaatkannya sebagi senjata dakwah.

Para Wali menyusun ilmu-ilmu Gaib dengan tatacara lelaku yang lebih islami, misalnya puasa, wirid mantra bahasa campuran arab-jawa yang intinya adalah do’a kepada Allah. Mungkin alasan mengapa tidak disusun mantra yang seluruhnya berbahasa Arab adalah agar orang jawa tidak merasa asing dengan ajaran-ajaran yang baru mereka kenal.

Di Indonesia, khususnya orang jawa, pasti mengenal Sunan Kali Jaga (Raden Said). Beliau inilah yang paling banyak mewarnai paham islam-kejawen yang dianut orang-orang jawa saat ini. Sunan Kali jaga menjadikan kesenian dan budaya sebagai kendaraan dakwahnya. Salah satu kendaran Sunan Kali Jaga dalam penyebaran ajarannya adalah melalu tembang / kidung. Kidung-kidung yang diciptakannya mengandung ajaran ketuhanan dan tasawuf yang sangat berharga. Ajaran islam yang luwes dan menerima berbagai perbedaan.

Bahkan Sunan Kali Jaga juga menciptakan satu kidung “Rumeksa Ing Wengi” yang menurut saya bisa disebut sebagai Ilmu Gaib atau Ilmu Supranatural, karena ternyata orang yang mengamalkan kidung ini memiliki berbagai kemampuan supranatural.

thanks for aindra.blogspot.com

Mohon ijin para sesepuh…..

Pertama-tama untuk mahabbah :

“Bismillah….Bopo Adam Ibu Howo, Tekoku diguyu-guyu, Lungoku ditangisi, Teko welas, teko asih. Asih..Asih..Asih saking pitulungane Alloh. Laa ilaa ha illalloh Muhammadarrasululloh”

Penggunaan :

Dibaca 3x sambil tahan nafas sambil melihat sasaran.

lelaku, puasa 1 hari , malamnya melek sampai diatas jam 12

mantera dibaca 7x setiap habis sholat fardhu dan 21 kali sehabis sholat malam

Mohon maaf sesepuh…..

______________________________

Pukulan Nafsi :

“Bismillahirahmanirrahiim

Asyhadu alla ila ha illalloh, Wa Asyhadu anna muhammadarrasululloh.

Saadan Suwung, Lemahe Keroso, Kullu Nafsin Daa Iqotul Maut.

Laa Haula Wala quwwata Illa Billahil aliyyil adhiem wal qur’anul hakiim.. Ya Allah”

lelaku dengan puasa 3 hari, neptu dino/ naptu pasaran hari 40

wirid 7x…….sehabis sholat sambil tahan nafas

Penggunaan –> baca : yang di bold sambil tahan nafas pusatkan di perut – tahan, salurkan ke tangan kanan/kiri dan pukulkan

Insya allah bila diridhoi Allah SWT..begitu diwirid akan timbul rasa seperti kesetrum disekujur tubuh (ini pertanda energinya masuk)

* Haram untuk digunakan sembarangan/gagah-gagahan.

* gunakan kalo benar-benar terpaksa

dari @ Galibumi

@TS numpang berbagi kalo boleh.

Ada kutipan tembang jawa :

Tak uwisi gunem iki………………………saya akhiri pembicaraan ini

Niyatku mung aweh wikan ………….. saya hanya ingin memberi tahu

Kabatinan akeh lire ……………….. kabatinan banyak macamnya

Lan gawat ka liwat-liwat……………. dan artinya sangat gawat

Mulo dipun prayitno……………………. maka itu berhati-hatilah

Ojo keliru pamilihmu……………….. Jangan kamu salah pilih

Lamun mardi kebatinan……………… kalau belajar kebatinan

Tembang ini menggambarkan nasihat seorang tua (pinisepuh) kepada mereka yang ingin mempelajari kabatinan cara kejawen.

Kiranya perlu dipahami bahwa tujuan hakiki dari kejawen adalah berusaha mendapatkan ilmu sejati untuk mencapai hidup sejati, dan berada dalam keadaan harmonis hubungan antara kawula (manusia) dan Gusti (Pencipta) (jumbuhing kawula Gusti )/pendekatan kepada Yang Maha Kuasa secara total.

dari @Bumijagad dan Karton

…………………bismillahirohmanirohim…… …………

wis podo joyo joyono pengasihan sejagatku

metu asihku,metu rasaku,metu krasaku

metu sak niat ingsun……

berkat laa ila ilALLOH muhammadurosulloh.

sebelum dimulai membacanya kirimin doa ama

nabi muhammad saw

syech abdul qodir jailani

eyang jayeng

nama sendiri

dari @WitGedhangMabur

30 kunci yang berada di tubuh manusia yaitu:

1. alif = hidung

2. ba” = mata

3. ta” = tempat mata(lubang tempat mata)

4. tsa” = bahu kanan

5. jim = bahu kiri

6. ha = tangan kanan

7. kha = tangan kiri

8. dal = telapak tangan kanan dan kiri

9. dzal = kepala dan rambut

10. ro” = rusuk kanan

11. zai = rusuk kiri

12. sin = dada kanan

13. syin = dada kiri

14. shod = pantat kanan

15. dhod = pantat kiri

16. tho” = hati

17. zho” = gigi

18. ain = paha kanan

19. ghoin = paha kiri

20. fa” = betis kanan

21. kof = betis kiri

22. kaf = kulit

23. lam = daging

24. mim = otak

25. nun = nur/cahaya

26. wau = telapak kaki kanan dan kiri

27. HA” = sungsum tulam

28. lam alif = manusia utuh

29. hamzah = memenuhi segala

30. ya” = mulut/manusia

Cara pemakaian:

Ya ALLAH saya minta kunci dengan ……………….

contoh:

Ya ALLAH saya minta kunci dengan ALIF

contoh:

Ya ALLAH saya minta kunci dengan Hamzah

30 kunci dipakai untuk membersihkan bagian bagian tubuh dari hal -hal yang negatif.sehingga tubuh dapat berfungsi normal.dan tentunya meningkatkan tingkat kita dalam hal dunia dan spiritual.

dari kangmas arietoz yg d dpt dr guru jateng.sayang tred Alif udah sepi hehe..

nomer2 d samping huruf itu jg nilai hurufnya (mohon d koreksi jika ad yg gak sesuai)

http://www.kitaupload.com/download.php?file=103Kaskus%20buku%20besar.zip

Dari @konohablueflash

ini saya dapet dari

* http://suarahati.wordpress.com/2006/…ng-luar-biasa/

1. Bismillahirrahmaanirrahiim

2. Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamiin

3. Ar Rahmaani rrahiim

4. Maaliki yaumid diin

5. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

6. Ihdinas shiraatal mustaqiim

7. Siraathal ladzii na’an ‘amta ‘alaihim, ghairil maghduu bi’alaihim, walad dhaalliin

* Artinya :

* Dengan menyebut nama Allah yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)

* Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta

* Yang Maha Rahman (Pengasih) dan Maha Rahiim (Penyayang)

* Raja/Penguasa di hari “ad-diin’ (pembalasan/kiamat)

* Hanya padamu kami menyembah, dan hanya padamu kami memohon pertolongan

* Tunjukkan kami “Shiraatal Mustaqiim” (Jalan Lurus)

* Jalan yang penuh nikmat kepada mereka, bukan yang Engkau murkai pada mereka, bukan juga yang sesat

Itulah dia surah Al-Fatihah. Apanya yang luar biasa? Banyak !

sungguh beruntung saya ketika dipermudah mendapatkan pengetahuan atas hal ini.

Susunan surah

Coba lihat susunan surah ini. Allah mengajarkan kita bagaimana cara “berdoa” (baca : memohon) dengan benar.

Dari total 7 ayat, 5 ayat pertama seluruhnya berisi pujian kepada Allah (5/7 x 100 = 70%). Seolah Allah mengajarkan/memberitahukan, bila seseorang ingin memohon, seyogyanya 70% itu diawali dengan memuji. Itulah patron-nya. Pantaslah jika selesai shalat mestinya tidak langsung angkat tangan dan berdoa. Setidaknya baca dulu puji-pujian, baca 33x Subhanallah, 33x Alhamdulillah, 33x Allahu Akbar. Baru setelah merasa cukup (70% minimal), silahkan mengangkat tangan dan memohon.

Adapun tahapan secara rinci juga diperlihatkan jelas didalam surah ini.

Pertama sekali adalah : fokus (niat, kejelasan). Dalam hal ini direpresentasikan dalam kalimat basmalah

Kedua : Memuji, bersyukur (alhamdulillah)

Ketiga : Tegaskan pujian anda (ini akan dibahas mengapa ayat ke-3 ini sama dengan ayat ke-1)

Keempat : Akui kelebihan-Nya, kehebatan-Nya

Kelima : Akui kelemahan diri, tunjukkan tingginya tingkat kebutuhan hingga perlu memohon (reasoning)

Barulah kemudian memohon pada-Nya

Ayat ke-1 dan ke-3 Surah Al-Fatihah

Pertama bahwa kalimat basmallah yaitu “Bismillaahi rrahmaani rrahiim” itu adalah termasuk ayat ke-1 dalam surah Al-Fatihah. Sementara ayat keduanya adalah “Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin”. Baru dilanjutkan ayat ke-3 : “Arrahmaani rrahiim”.

Pada surah-surah yang lain, kalimat “bismillahirrahmaani rrahiim” adalah merupakan kalimat pembuka (bukan bagian dari surah).

Sekarang perhatikan artinya. “Bismillaahi rrahmaani rrahiim”. Arti sederhana-nya “Dengan menyebut Nama Allah yang Maha pengasih dan Maha Penyayang. Atau saya kadang memberi terjemahan bebas : Dengan menyebut Nama Allah yang begitu welas asih.

Intinya adalah bahwa Allah itu pemurah. Berbelas kasih, begitu baik, penyayang, welas asih.

Sekarang perhatikan ayat ke-3 (ayat kedua tidak dibahas disini) : Arrahmaani rrahiim. Artinya sama persis : Maha Pengasih dan Maha penyayang. Welas asih.

Kenapa diulang? Pasti bukan untuk memperbanyak jumlah ayat. Pasti bukan karena tidak ada bahasan lain. Pasti ada sesuatu (yang menarik dan luar biasa).

Mari kita berpaling sejenak ke cerita penciptaan manusia. Ketika itu Allah berfirman pada malaikat bahwa akan diciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dan kemudian, ketika tercipta Adam AS, Allah berfirman agar semua bersujud (bukan dalam konteks menyembah) kepada Adam. Kecuali Iblis. Kenapa ? Karena ia merasa lebih baik dari adam (iblis dari api, adam dari tanah).

Merasa lebih dari yang lain disebut sombong atau angkuh. Itulah dosa pertama di jagad raya dan murka Allah yang pertama diketahui.

Perhatikan bahwa dosa terbesar adalah menyekutukan Allah. Iblis tidak menyekutukan Allah. Iblis “sekedar” sombong. Ia hanya merasa lebih baik karena diciptakan dari api dibandingkan Adam AS yang diciptakan dari tanah. Sama halnya kita merasa lebih baik karena memiliki jabatan daripada yang jabatannya dibawah kita. Sombong yang sama ketika kita merasa lebih baik karena lebih pintar, lebih cantik, lebih ganteng, lebih kaya, dll sementara yang lain kurang pintar, kurang ganteng, dll.

Saat Iblis menolak perintah Allah, maka Allah langsung mengharamkan surga baginya dan melaknat masuk ke neraka. Itulah murka Allah.

Tidak berpuasa tanpa alasan padahal sudah jelas diperintah, maka secara logika sederhana itu sudah cukup bagi Allah untuk mengharamkan surga dan melaknat dengan neraka. Sedekah, shalat dan semua perintah lain akan seperti itu juga konsekuensinya.

Tapi satu hal harus digaris bawahi, bahwa kasih sayang Allah melampaui murka-Nya. Itulah maka perlu diyakini bahwa Allah itu Ar Rahmaan Ar Rahiim.

Allah begitu Maha kasih, sehingga boleh kita berharap kasih dan mesranya. Begitu Maha Penyayang sehingga boleh kita berharap disayang oleh-Nya.

Maka hemat saya, perhatikan betul ketika kita membaca ayat ke-1 dan ke-3 surah Al-Fatihah. Pemahaman dihati saat membaca ayat ke-1 akan dimantapkan oleh pemahaman atas ayat ke-3.

Maaliki yaumiddiin

Ayat ke-4 adalah : Maaliki yaumid diin yang berarti Penguasa hari pembalasan.

Sekarang perhatikan kata yaum ad-diin (hari – agama). Mengapa harus memakai ad-diin (agama)? Mengapa bukan yaumul hisab, atau yaumul qiyamah ? Ini yang jelas telah disesuaikan dengan konteks kalimatnya. Yang menjadi inti adalah bahwa yaum ad-diin lebih menegaskan bahwa hari kiamat merupakan hari dimana esensi agama menjadi begitu jelas sehingga tidak ada pertanyaan dan keraguan atas agama.

Jadi pastikan, ketika membaca ayat ini, kita tidak hanya berurusan dengan hari kiamat saja, tapi “Yaum Ad-Diin” yang bersifat menyeluruh atas ‘kemarin’, ‘sedang’, dan ‘akan’. Dan DIA adalah pemiliknya, penguasanya…

Shirath Al-Mustaqiim

Shirath Al-Mustaqim senantiasa diartikan sebagai : Jalan yang lurus. Tafsir Al-Misbah menyatakan bahwa jalan yang dimaksud adalah bagaikan jalan tol.

Perlu diperhatikan bahwa Al-Fatihah adalah ummul kitab atau induk kitab atau ummul quran. Artinya adalah semua ayat Al-Fatihah merupakan intisari / ringkasan / resume Al-Quran secara keseluruhan. Maka, dalam kaitan dengan ini, Sirath Al-Mustaqim tidak lain dan tidak bukan ternyata adalah merupakan target point.

Bila hidup, bayi, remaja, tua, mati kesemuanya merupakan checkpoint, maka shirath al-Mustaqim itulah target point. Destination (final point) adalah Surga dan keridhaan Allah.

Sebagai target utama kehidupan, shirath mustaqim (jalan lurus) ini layak diperjuangkan. Apapun cara untuk bisa melewatinya dengan sempurna. Tapi seperti apa ciri dan kriteria shirath al-mustaqim ini ? Dijawab oleh ayat-ayat terakhir dengan sempurna yaitu :

1. Jalan yang penuh nikmat didalamnya

2. Jalan yang tidak dimurkai Allah SWT

3. Jalan yang tidak sesat

Seluruh kriteria terpenuhi, maka itulah sirath al-mustaqim.

Kata “Jalan” disini menurut hemat saya dapat berarti cara Dalam bahasa inggris disebut “way” (bukan “road”). “The way of life” atau “where’s the will there’s the way” (dimana ada kemauan, disitu ada jalan) dalah pendekatan atas kata “jalan” yang bisa difahami sebagai cara.

Maka ini maksudnya dengan cara apa kita menempuh kehidupan ini, jalan mana yang kita gunakan dalam mengarungi hidup ini. It’s all about the way, it’s all about the heart.

Apa tujuan manusia hidup di dunia? Menjadi kaya? Menjadi sukses? Menjadi bahagia? Semua jawaban berujung di satu pintu yang bernama sirath al-mustaqim. Semua manusia menginginkan hidup yang penuh kenikmatan. Semua manusia tidak mau dimurkai Allah dan tentu tidak ingin tersesat. Maka bagi mereka yang sudah menikmati hidup (karena kaya, berpangkat, dll) perlu sadar bahwa 2 kriteria belum tercapai. Dan itu berbahaya.

Bila jalan itu nikmat, maka itulah shirat al-mustaqim. Minuman keras juga nikmat, tapi itu dimurkai Allah, maka bukan shirath al-mustaqim. Bisa juga sudah nikmat dan juga sudah tidak dimurkai Allah, tapi ternyata sesat. Maka itu jelas juga bukan sirath al-mustaqim.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: